Olahraga

Setelah Tragedi 2020, Momota Kembali ke Malaysia Akhir Juni

Kento Momota ditempatkan sebagai unggulan kedua di turnamen dengan hadiah total US$675 ribu (sekitar Rp9,74 miliar) tersebut.

Setelah Tragedi 2020, Momota Kembali ke Malaysia Akhir Juni
Tunggal putra Jepang Kento Momota dalam pertandingan final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 melawan Anders Antonsen, di St. Jakobshalle Basel, Basel, Swiss. (REUTERS)

AKURAT.CO, Pebulutangkis ranking dua dunia asal Jepang, Kento Momota, akan kembali bertanding di Malaysia untuk kali pertama selepas mengalami tabrakan di negara tersebut dua tahun lalu. Momota dijadwalkan tampil di Malaysia Terbuka 2022 yang bakal dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia, 28 Juni–3 Juli mendatang.

Sebagaimana dikabarkan The Star, Momota ditempatkan sebagai unggulan kedua di turnamen dengan hadiah total US$675 ribu (sekitar Rp9,74 miliar) tersebut. Momota merupakan satu dari pemain ranking sepuluh besar dunia minus jagoan China, Chen Long, yang bakal absen.

Kembali ke Malaysia akan memberikan kesan khusus bagi Momota setelah ia mengalami cedera di mata dan hidung akibat kecelakaan nahas dalam perjalanan dari hotel ke Bandar Udara Kuala Lumpur, Januari 2020. Padahal, beberapa jam sebelumnya Momota baru saja menjadi juara di Malaysia Masters.

baca juga:

Setelah absen lebih dari setahun karena pemulihan disertai dengan berhentinya kalender kompetisi akibat pandemi Covid-19, Momota belum lagi bisa kembali ke penampilan terbaiknya. Pebulutangkis berusia 27 tahun tersebut bahkan kehilangan posisi ranking satu dunia setelah dilengserkan oleh Viktor Axelsen.

Tahun lalu, Momota sempat mencapai final Denmark Terbuka dan menjuarai Indonesia Masters namun selepas itu pemilik dua gelar juara dunia tersebut kehilangan konsistensinya.

Di Malaysia nanti, Momota akan bersaing dengan Axelsen, Anders Antonsen, Lee Zii Jia, juara dunia asal Singapura Loh Kean Yew, bintang baru India Lakhsya Sen, serta dua pebulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia, Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

Malaysia Terbuka akan menjadi satu dari dua turnamen besar yang bakal dihelat secara beruntun di Kuala Lumpur. Di pekan setelah Malaysia Terbuka, negeri tetangga tersebut langsung menghelat Malaysia Masters.

Malaysia Terbuka dan Malaysia Masters adalah turnamen tahunan yang absen selama dua tahun terakhir. Direktur Kepelatihan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Wong Choong Hann, menganggap kembalinya dua turnamen tersebut menghidupkan kembali semarak olahraga tepak bulu di negerinya.

“Baik untuk cabang olahraga (bulutangkis) bisa hidup lagi di Malaysia setelah sekian lama,” kata Choong Hann.[]