News

Setelah Tewaskan 800 Orang, Junta Myanmar Bakal Bubarkan Partai Aung San Suu Kyi

NLD dituduh melakukan kecurangan dalam pemilu.


Setelah Tewaskan 800 Orang, Junta Myanmar Bakal Bubarkan Partai Aung San Suu Kyi
Dalam foto ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri Invest Myanmar di Naypyitaw, 28 Jan 2019 (Reuters via Asia One)

AKURAT.CO, Komisi pemilihan Myanmar yang ditunjuk junta dilaporkan bakal membubarkan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). NLD yang dipimpin Aung San Suu Kyi adalah partai yang menang di pemilu Myanmar yang digelar November tahun lalu. 

Saat itu, NLD berhasil mengamankan 322 kursi di badan legislatif bikameral yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan selanjutnya. Namun, NLD kemudian dituding melakukan kecurangan dan partai oposisi yang didukung oleh militer, Partai Solidaritas dan Pembangunan Serikat (USDP), menuntut adanya pemilihan ulang. 

Berita soal pembubaran NLD baru diumumkan oleh outlet lokal Myanmar Now pada Jumat (21/5) hari ini. Myanmar Now menyebut bahwa NLD masih dituding melakukan kecurangan dalam pemilu, dan karenanya harus dibubarkan. Disebutkan pula bahwa keputusan pembubaran diambil dalam sebuah rapat yang diadakan oleh partai-partai politik yang diboikot banyak pihak, termasuk NLD.

"Kecurangan pemilu yang dilakukan oleh NLD adalah ilegal jadi kami harus membubarkan pendaftaran partai. Mereka yang melakukan itu akan dianggap pengkhianat dan kami akan mengambil tindakan," kata Thein Soe yang bertindak sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (UEC) yang didukung junta.

Seorang juru bicara junta dan pemerintah persatuan nasional pro-demokrasi, yang termasuk anggota NLD yang digulingkan, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sementara, juru bicara Partai USDP mengaku bahwa pihaknya memang memiliki perwakilan dalam pertemuan tersebut. Namun, ia mengklaim tidak tahu tentang hasil rapat, dan menyebut bahwa pertemuan masih berlangsung.

Junta Myanmar mengambil alih kekuasaan setelah menuduh NLD melakukan penipuan dalam pemilihan November. Sementara diketahui, NLD selama beberapa dekade telah berjuang untuk memulihkan demokrasi yang ditekan oleh pemerintahan militer. 

Pasukan keamanan telah menewaskan lebih dari 800 orang sejak gelombang protes meletus setelah kudeta, kata kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP). Pertempuran juga terjadi antara pasukan keamanan dan kelompok gerilya etnis minoritas.

Gejolak tersebut telah membuat khawatir tetangga Myanmar dan komunitas internasional yang lebih luas, tetapi para jenderal tidak menunjukkan niatan untuk berkompromi dengan gerakan pro-demokrasi.

Sejak ditangkap 1 Februari lalu, Suu Kyi telah ditahan dan menghadapi banyak dakwaan yang diajukan di dua pengadilan. Dalam kasusnya, Suu Kyi juga menghadapi dakwaan serius di mana ia dituding melanggar undang-undang rahasia resmi era kolonial. Diketahui, karena dakwaan ini, Suu Kyi terancam hukuman 14 tahun penjara. []