Ekonomi

Setelah Tak Digaji 6 Bulan, 793 Karyawan Garuda Kena PHK Via Email

Viral! Garuda Indonesia disebut-sebut PHK 793 karyawan PKWT.


Setelah Tak Digaji 6 Bulan, 793 Karyawan Garuda Kena PHK Via Email
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) melakukan pemeriksaan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (30/7/2018). PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merampungkan sekuritisasi pendapatan penerbangan rute Timur Tengah senilai Rp 2 triliun. Sekuritisasi tersebut dikemas dalam kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) yang terdiri atas kelas A sebesar Rp 1,8 triliun dan kelas B Rp 200 miliar. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disebut-sebut kembali merumahkan 793 karyawan yang masih berstatus perjanjian kontrak waktu tertentu (PKWT). Hal tersebut diungkapkan oleh akun twitter @Oposan_2014. 

"PT. Garuda Indonesia, melakukan pemutuskan hubungan kerja sepihak terhadap karyawannya, setelah dirumahkan selama 6 bulan tanpa gaji. PHK terhadap 793 orang PKWT tersebut cuma disampaikan melalui email kepada para karyawan tanpa mempedulikan hak mereka. #SavePKWTGaruda," tulis akun tersebut seperti yang dipantau Akurat.co, Selasa (27/10/2020). 

Akun itu juga mengunggah percakapan dari sebuah grup whatsapp bernama "PKWT". 

Tidak butuh waktu lama, unggahan itupun langsung dibanjiri komentar beberapa warganet. Salah satunya akun @tengil_99 yang menuliskan "PKWT/PKWTT bsa d lihat d UU No.13/2003 jka masih brlaku,hak" pegawai ap aj yg bsa d dpatkan trkadang nasib PKWT tdak sbaik dgn PKWT #SavePKWTGaruda". 

Sebagai informasi, pada Juni lalu maskapai pelat merah ini juga pebih sulu mwlakukan pwecepatan penyelesaian kontrak 135 pilot dari 1.400 yang dimiliki perseroan itu diberlakukan kepada pilot dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Merespon hal itu, Direktur Utama perseroan Irfan Setiaputra mengklarifikasi bahwa keputusan itu bukan PHK melainkan percepatan perjanjian kontrak manajemen kepada pegawai yang status kerjanya kontrak. Ia juga memastikan bahwa pihaknya tetap membayar gaji sampai akhir masa kontraknya. 

"Kita percepat pembayarannya sedemikian rupa, sehingga kami pastikan bahwa hak-hak karyawan atau pilot tersebut kami jalankan. Apapun yang tercantum dalam kontrak kerja kita dengan mereka kita eksekusi sesuai yang kita janjikan. Ada interpretasi terhadap hal ini,"  dalam konferensi pers usai RUPST dulu.

Irfan memastikan bahwa saat ini perseroan masih dapat survive dalam kondisi pandemi COVID-19, namun demikian ia menyebutkan Garuda Indonesia bukan satu-satunya di industri penerbangan yang mengalami kondisi ini.

Ia menyebutkan banyak juga perusahaan penerbangan yang melakukan PHK, hingga mendeklarasikan dirinya bangkrut.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu