Olahraga

Setelah Piala Dunia Dibatalkan, Bagaimana Nasib Timnas U-19?

Tim Nasional Indonesia U-19 punya tugas di Piala Asia U-19 yang akan digelar di Uzbekistan tahun depan meski batal turun di Piala Dunia U-20 2021.


Setelah Piala Dunia Dibatalkan, Bagaimana Nasib Timnas U-19?
Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-19 dan ofisial melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Kroasia, Jumat (18/9/2020). (ANTARA FOTO/PSSI/Handout)

AKURAT.CO, Kabar pembatalan Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia oleh FIFA pada Kamis (24/5) sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Rumor tersebut telah beredar beberapa waktu sebelumnya mempertimbangkan pandemi virus corona (COVID-19) yang melanda dunia belum juga mereda.

Persoalannya, Indonesia sebagai tuan rumah telah bekerja intensif menyiapkan tim yang bakal berlaga di pesta sepakbola terbesar di dunia tersebut. Pelatih Timnas U-19 asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong telah memboyong timnya untuk pemusatan latihan (TC) di Kroasia pada Agustus-Oktober lalu dan bersiap terbang ke Spanyol untuk TC berikutnya.

Lantas, dengan batalnya Piala Dunia, apa tugas besar dan menggairahkan untuk Timnas U-19?

“Banyak event,” kata Direktur Teknik PSSI dalam pesan singkat kepada Akurat.co.

Yang terdekat jelas Piala Asia U-19 di mana mereka mendapatkan tiket ke ajang tersebut dengan menjadi juara grup pada babak kualifikasi yang digelar di Jakarta, November tahun lalu. Piala Asia U-19 akan digelar di Uzbekistan pada Maret-April mendatang setelah penundaan akibat pandemi.

Garuda Muda–julukan Timnas U-19–berkomitmen untuk menjadikan Piala Asia sebagai ajang membuktikan kepantasan tampil di Piala Dunia. Dengan demikian, mereka setidaknya lolos ke semifinal sebagai tiket lolos ke Piala Dunia andaikan bukan sebagai tuan rumah.

Setelah itu, para pemain masa depan ini punya kesempatan untuk dipilih oleh Shin-Tae Yong ke dua turnamen terbesar tahun ini. Yakni SEA Games Vietnam 2021 dan Piala AFF yang akan digelar pada November-Desember mendatang.

Shin Tae-Yong berkesempatan memilih beberapa dari pemain U-20 untuk naik ke Timnas U-23 di SEA Games dan Timnas Senior untuk Piala AFF. Dua proyek ini akan memberikan tantangan sepadan bagi Shin Tae-Yong karena Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara sudah terlalu lama tak merasakan gelar di turnamen tersebut.

Di SEA Games, misalnya, edisi tahun lalu di Filipina Indonesia nyaris meraih medali emas andaikan bisa menang melawan Vietnam pada partai final. Terakhir kali Indonesia mendapatkan medali emas di ajang tersebut adalah pada 1991.

Sementara di Piala AFF, Garuda–julukan Timnas Indonesia–belum sekalipun meraih gelar sejak kejuaraan itu pertama kali dihelat dengan nama Piala Tiger pada 1996. Capaian terburuk adalah pada 2018 ketika Indonesia sama sekali tak lolos dari fase grup.

Beberapa pemain yang menonjol di Timnas U-19 saat ini bisa dipromosikan ke Timnas Senior. Di antaranya adalah David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari, serta penyerang yang kini bermain untuk klub Belanda Jong Utrecht, Bagus Kahfi.[]