Ekonomi

Kesal Indonesia Masih Impor Aspal, Jokowi Minta Hilirisasi Komoditas Aspal Segera Dilakukan!

Kesal Indonesia Masih Impor Aspal, Jokowi Minta Hilirisasi Komoditas Aspal Segera  Dilakukan!
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan produk Aspal Buton (Asbuton) pada pekerjaan preservasi dan pembangunan jalan di Indonesia. (Dokumentasi: Istimewa/Kementerian PUPR)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo mendorong segera melakukan hilirisasi aspal setelah mengetahui Indonesia masih mengimpor komoditas ini. Apalagi di dalam negeri, tepatnya di buton, Sulawesi Tenggara, stok aspal dalam bentuk bahan mentah begitu melimpah yakni 662 juta ton.

"Saya kemarin juga cek di Buton. Kenapa sih kita ini masih impor aspal? Data yang saya terima kira-kira 5 juta ton per tahun. Ini apa-apaan ini? Kesalahan-kesalahan seperti ini harus dihentikan. Industrialisasi, hilirisasi itu peluang," Kata Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, kemarin.

Jokowi mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat kondisi secara langsung di lapangan. Saat ia berkunjung ke Buton, ia mendapati hanya ada satu pabrik yang mengolah aspal mentah menjadi produk jadi.

baca juga:

"Saya cek ke lapangan, ternyata enggak ada industrinya di situ, baru satu yang produksinya hanya 100 ribu ton per tahun,"Ucapnya.

Jokowi pun menginstruksikan para Menteri terkait untuk segera membenahi masalah tersebut. Industri hilir harus dibangun secara besar-besaran untuk mengolah aspal mentah di Buton.

"Deposit aspal kita itu ada 662 juta ton yang dibiarkan, malah kita impor. Kesalahan-kelasahan seperti ini harus berhenti,"tegasnya. Ia pun mengambil contoh sukses dari penguatan idustri hilir nikel.

Lima tahun lalu, nilai ekspor nikel saat dijual dalam bentuk mentahnya hanya Rp15 triliun per tahun. Pada 202, Ketika sudah diekspor dalam bentuk setengah jadi dan jadi, nilai yang dikantongi negara mencapai Rp360 triliun.

"Baru nikel, nanti kita stop lagi timah, kita stop lagi tembaga, kita stop lagi bahan-bahan mentah yang kita ekspor mentahan," pungkas Presiden.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi