Rahmah

Setelah Dua Kali Gagal Membunuh Rasulullah SAW, Lelaki Itu Justru Memeluk Islam

Dalam sebuah kesempatan, Suraqah mencabut sebilah pedang dari pinggangnya dan diayun-ayunkan sebagai tanda akan membunuh Rasulullah SAW.


Setelah Dua Kali Gagal Membunuh Rasulullah SAW, Lelaki Itu Justru Memeluk Islam
Ilustrasi Sahabat Nabi (Firanda)

AKURAT.CO  Suatu hari, ketika Rasulullah SAW pergi ke Madinah, orang-orang Quraisy di Makkah berkumpul di balai rumah Abu Jahal. Ternyata mereka sedang membicarakan Rasulullah SAW.

Dalam perkumpulan tersebut, Abu Jahal berkata.

"Siapa yang bisa membawa kembali Muhammad hidup atau mati, jika mati, penggal kepalanya dan bawa kemari. Maka akan kami beri hadiah seratus unta,”.

"Akan kubawa dia kepadamu," jawab seseorang bernama Suraqah dengan penuh semangat.

Tak menunggu lama, Abu Jahal dan orang-orang kafir Quraisy lainnya segera mengumpulkan uang dan langsung diberikan kepada Suraqah sebagai jaminan atas keberaniannya itu. Dengan begitu, Suraqah segera memacu kudanya untuk mengejar Rasulullah SAW.

Dalam sebuah kesempatan, akhirnya kuda Suraqah berhasil menyusul Nabi Muhammad SAW. Suraqah langsung mencabut sebilah pedang dari pinggangnya dan diayun-ayunkan sebagai tanda akan membunuh Rasulullah SAW. 

Akan tetapi, seketika itu juga, bumi yang ada di depan Suraqah retak, dan menelan kaki kudanya sampai ke lutut. Hal tersebut sontak membuat Suraqah sangat terkejut, dan kudanya meronta-ronta.

Tampaknya bumi seakan tidak ingin melepaskan jepitannya. Semakin kudanya itu berontak, semakin kuat pula bumi mencengkeram kakinya.

Karena kondisi itu, Suraqah lalu menyerah dan berkata.

"Wahai Muhammad, aku menyerah! Aku menyerah! Kita berdamai saja,”.

Kemudian Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT untuk melepaskan Suraqah beserta kudanya. Akhirnya kuda Suraqah itu bisa lepas dari cengkeraman bumi. Setelah itu, Rasulullah SAW meninggalkan Suraqah dan juga kudanya.

Namun merasa belum puas akan aksi kejinya itu, dengan keadaan yang sudah terbebas, Suraqah kembali mengejar Rasulullah SAW dengan kembali menghunus pedangnya. Ternyata dia hanya berpura-pura menyerah untuk bisa menyerang balik Nabi Muhammad SAW.

Akan tetapi, untuk kedua kalinya kaki kuda Suraqah kembali terbenam ke dalam tanah, dan kali ini hingga ke pusar kudanya. Kuda tersebut tak dapat bergerak, hanya kepalanya saja yang dapat meronta-ronta.

Dengan demikian, Suraqah kembali meminta agar kudanya dapat dilepaskan.

"Wahai Muhammad, kali ini aku benar-benar menyerah. Aku tak akan melakukannya lagi. Tolong lepaskan kudaku!”.

Rasulullah SAW lalu memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk membebaskan Suraqah beserta kudanya. Namun kali ini, Suraqah berlutut di hadapan Rasulullah dan berkata.

"Wahai Nabi, ceritakanlah kepadaku tentang Tuhanmu yang mampu membuatku seperti ini. Terbuat dari apakah dia, apakah seperti Tuhanku yang terbuat dari emas dan perak?”.

Rasulullah SAW lalu menundukkan kepala. Dan turunlah malaikat Jibril seraya berkata.

"Katakan hai Muhammad! Allah Maha Esa. Allah tempat bergantung. Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan.Tak ada yang setara dengan-Nya. Katakan hai Muhammad, Allah pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan dirimu dari jenis kamu sendiri dengan berpasang-pasangan dan jenis binatangpun berpasangan pula.dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tak ada yang serupa dengan-Nya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura, 42:11).

Suraqah lalu berkata,

”Tuntunlah saya masuk Islam, wahai Rasulullah,".

Dengan demikian, Rasulullah SAW kemudian membimbing Suraqah memeluk Islam. Wallahu A'lam Bishawab. []