Entertainment

Setelah Ditunda Selama 3 Bulan, Jenazah Tangmo Nida Akhirnya Dikremasi

Jenazah aktris Thailand Tangmo Nida akhirnya dikremasi pada Selasa (24/5/2022) waktu setempat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat dekat, dan sahabat.


Setelah Ditunda Selama 3 Bulan, Jenazah Tangmo Nida Akhirnya Dikremasi
Jenazah Tangmo Akhirnya Dikremasi Setelah Ditunda Selama 3 Bulan (Instagram/@melonp.official)

AKURAT.CO Jenazah aktris Thailand Tangmo Nida akhirnya dikremasi meski kematiannya hingga kini masih menyisakan misteri. Dikutip dari ThaiPBS World, jenazah aktris 38 tahun itu dikremasi di krematorium kompleks Gereja Metodis Rangsit, Provinsi Pathum Thani pada Selasa (24/5/2022) waktu setempat. 

Jenazah Tangmo dipindahkan ke gereja sekitar pukul 11.00 waktu setempat dan disemayamkan di kapel upacara yang telah dihiasi dengan mawar putih dan merah muda. Kedua warna tersebut diketahui merupakan warna kesukaan mendiang Tangmo. 

Menurut laporan yang berhasil dihimpun, upacara kremasi jenazah Tangmo dihadiri oleh sekitar 150 orang dan hanya diperuntukkan untuk anggota keluarga, kerabat, dan teman dekat. Hal tersebut juga tentunya atas ketentuan aturan setempat sebagai upaya pencegahan virus Covid-19. 

baca juga:

Upacara tersebut dilaksanakan pada sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat dan dipimpin oleh penyanti Anchalee Chongkhadikij dan Praew Kanitkul. Selanjutnya diisi dengan pembacaan pidato oleh Panida Sirayootyotin, ibunda Tangmo dan dilanjutkan dengan khotbah sebelum kremasi. 

Abu dari jenazah Tangmo rencananya diambil oleh keluarga pada keesokan harinya pada Rabu (25/5/2022). Kremasi jenazah Tangmo Nida dilakukan karena untuk membatalkan autopsi lebih lanjut pada tubuhnya yang sebelumnya telah menjalani dua kali autopsi. 

Autopsi pertama dilakukan untuk penyelidikan kepolisian, dan yang kedua merupakan permintaan dari ibunda Tangmo. Laporan yang dikutip dari ThaiPBS World menuliskan jika pada autopsi kedua dikonfirmasi terdapat 22 luka di kaki, namun tidak ditemukan gigi dan tulang yang patah serta luka wajah atau kepala. 

Pihak kepolisian setempat menyimpukan bahwa pada bulan April jatuhnya Tangmo ke Sungai Chao Phraya merupakan ketidak sengajaan dan tidak ada aksi kejam yang mengarah pada pembunuhan. Namun jatuhnya Tangmo karena kelalaian. 

Berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan, lima orang yang berada di speed boat bersama Tangmo malam itu dan satu orang yang diduga memberikan arahan kepada mereka telah didakwa dengan sejumlah tuduhan. Mereka didakwa dengan beberapa pelanggaran yakni memberikan keterangan palsu kepada polisi, merusak barang bukti, mengoperasikan kapal tanpa izin, serta menggunakan surat izin mengemudi kapal yang masa berlakunya telah habis, membuang sampah sembaranga, hingga kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. 

Keenam tersangka itu adalah Thanupat Lerttaweewit selaku pemilik kapal, Paibul Trikanchananan pengemudi kapal, Wisapat Manomairat, Nitas Kiratisoothsathorn, Idsarin Juthasuksawat, dan Peem Thamthirasri orang yang mengarahkan mereka untuk memberikan keterangan palsu. Mereka dijadwalkan untuk menghadap jaksa provinsi Nonthaburi pada 27 Mei mendatang dengan agenda mendengarkan putusan dari kasus kematian Tangmo Nida.[]