News

Setelah Dilaporkan ke Kemenag, Rektor UIN Amany Lubis Dilaporkan ke Ombudsman

Amany Lubis kembali dilaporkan ke Ombudsman RI, Jumat (12/3/2021).


Setelah Dilaporkan ke Kemenag, Rektor UIN Amany Lubis Dilaporkan ke Ombudsman
Tim TAKTIS saat melaporkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Amany Lubis di Ombudsman RI (Istimewa)

AKURAT.CO, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Amany Lubis kembali dilaporkan ke Ombudsman RI, Jumat (12/3/2021).

Ia dilaporkan oleh Tim Advokasi Antikorupsi dan Otoritarianisme (TAKTIS) atas dugaan maladministrasi dalam proyek pembangunan asrama mahasiswa ekstra kampus. Laporan dugaan maladministrasi itu menambah daftar gugatan kepadanya.

Sebab, sehari sebelumnya, TAKTIS juga mengajukan banding administrasi ke Kemenag atas keputusan Amany Lubis memecat dua wakil rektor kampus itu. Laporan itu diajukan oleh Koordinator TAKTIS Mujahid A Latief.

"Kami telah melaporkan dugaan maladministrasi dan dugaan perbuatan melanggar hukum yang diduga dilakukan Rektor (Amany Lubis), berhubungan dengan penggunaan atribut dan kekuasaan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk membangun asrama organisasi kemahasiswaan ektra-kampus," ungkap Mujahid, Jumat (12/3/2021).

Dia menjelaskan, selain menggunakan tangan rektor, pemanfaatan atribut UIN, dan tata kelola dana yang diperoleh dari berbagai pihak untuk pembangunan itu, juga tidak digunakan secara transparan dan akuntabel. Harusnya, kata dia, pengelolaan dana itu mengikuti standar tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah yang tunduk pada hukum keuangan negara.

"Tetapi sesungguhnya yang dibangun adalah asrama organisasi ekstra-kampus," katanya.

Dugaan melawan hukum lainnya yang dilakukan Amany Lubis tercermin pada pembiarannya atas penggunaan dana sumbangan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lainnya. Dana tersebut, kata dia, patut diduga telah disalahgunakan.

"Dalam Rapat Senat Terbuka, 17 Desember 2020, Rektor mengakui bahwa dia tidak mengetahui penggunaan uang tersebut. Donasi yang dhimpun oleh panitia pembangunan asrama tersebut diduga masuk melalui rekening titipan, yang sering disebut rekening 13, sebagai rekening penampungan berbagai dana dari pihak luar kampus," katanya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co