Olahraga

Setelah "Dicengkeram" Atletico dan Liverpool, akankah "Overthinking-nya" Guardiola Berjaya?

Setelah
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bersiap menghadapi Real Madrid di semifinal Liga Champions 2021-2022. (TWITTER/Manchester City)

AKURAT.CO, “Saya tidak akan berani melakukannya.”

Kalimat di atas adalah ucapan Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, ketika ditanya apakah ia bersedia memberitahu Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, cara untuk mengatasi Manchester City yang akan menghadapi rival sekota tersebut di semifinal Liga Champions 2021-2022.

Atletico mungkin tersingkir di Liga Champions karena kalah agregat 0-1 atas City. Namun, penampilan mereka di leg kedua–terutama di babak kedua–perempat final Liga Champions, Rabu (13/4), sukses membuat pemain City kocar-kacir dan agaknya memberi “inspirasi” bagi Pelatih Liverpool, Juergen Klopp.

baca juga:

Pressing antar pemain dan mempersempit jalur umpan permainan City sukses membuat Atletico nyaris menjebol City di leg kedua. Secara statistik, Atletico punya sembilan percobaan mencetak gol dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang berbanding lima percobaan City dengan hanya satu yang tepat sasaran.

Dus, ketika Liverpool menghadapi City di semifinal Piala FA di Stadion Wembley di London, Inggris, Sabtu (16/4), mereka justru sudah mencetak tiga gol tak berbalas di babak pertama.

City membalas melalui Jack Grealish di awal babak kedua namun secara umum cara Liverpool bermain tak berbeda dengan cara Atletico beberapa hari sebelumnya.

Mengingat cara bermain Guardiola yang berakar dari klub lamanya, Barcelona, yang terjadi dengan City ketika menghadapi Atletico dan Liverpool sepertinya juga terjadi pada pasukan Barcelonanya Xavi Hernandez, Kamis (14/4).

Barcelona kalah 2-3 di leg kedua perempat final Liga Europa 2021-2022 ketika menjamu Eintracht Frankfurt di mana, seperti Liverpool, wakil Jerman unggul 3-0 terlebih dahulu.

Taktik pressing dan tak memberikan ruang jalur bola antara pemain Barcelona yang juga diterapkan Atletico dan Liverpool terhadap City ternyata membuahkan hasil.

Kini, pertarungan City dan Liverpool tersisa di Liga Primer serta Liga Champions. City ada di posisi terdepan sebagai pemimpin klasemen sementara dengan selisih satu angka dari Liverpool di posisi kedua dan mereka berpeluang berhadapan dengan di final Liga Champions.

Kembali pada Guardiola dengan reputasinya sebagai juru taktik terbaik ketika menghadapi Madrid di semifinal Liga Champions. Akankah pelatih dengan dua gelar Liga Champions itu bisa mengatasi tekanan sebagaimana yang dialaminya ketika menghadapi Atletico dan Liverpool dalam dua laga terakhirnya?[]