Olahraga

Setelah 21 Tahun, Raikkonen Akhirnya Pensiun dari Lintasan F1

Setelah 21 Tahun, Raikkonen Akhirnya Pensiun dari Lintasan F1
Pembalap Formula 1 (F1) dari tim Alfa-Romeo, Kimi Raikkonen buka suara terkait klaim yang dilontarkan para pembalap bahwa mobol F1 saat ini lebih mudah dikendarai ketimbang era dulu. (GRANDPRIX)

AKURAT.CO, Pembalap Formula One (F1) asal Finlandia, Kimi Raikkonen, akhirnya sampai juga pada bab penutup kariernya. Pembalap berusia 41 tahun juara dunia 2007 itu mengumumkan bahwa ia akan pensiun selepas musim ini,

“Ini bukan keputusan mudah tetapi setelah musim ini waktunya untuk beberapa hal baru,” kata Raikkonen sebagaimana dipetik BBC. “F1 mungkin sudah sampai pada akhir bagi saya tetapi masih banyak dalam hidup yang ingin saya alami dan nikmati.

Saat ini, Raikkonen tercatat sebagai pembalap tertua yang bersaing di lintasan. Di bawahnya ada pembalap asal Spanyol, Fernando Alonso, yang membalap untuk Alpine pada usia 40 tahun di musim yang sedang berjalan.

baca juga:

Debut Raikkonen dimulai pada 2001 di mana ia bertanding dengan bendera Red Bull Sauber Petronas. Sejak itu, Raikkonen telah menjelajah kelima tim berbeda di antaranya ke McLaren Mercedes, Lotus, Ferrari, serta tiga musim terakhir bersama Alfa Romeo.

Pengalaman panjang itu membuat Raikkonen tercatat sebagai pembalap dengan start terbanyak sepanjang sejarah. Total, pembalap yang menjadi juara dunia bersama Ferrari tersebut telah melakukan 341 balapan.

Selama itu, Raikkkonen telah membukukan 21 kemenangan, 103 podium, dan 18 pole position. Raikkonen berada di urutan kelima untuk rekor podium, urutan ke-15 untuk rekor kemenangan, dan ke-15 di pole position.

Raikkonen tidak hanya menempatkan posisinya sebagai juara dunia dan salah satu pembalap Ferrari, namun ia juga membawa karakternya yang berkharisma ke olahraga otomotif paling bergengsi di dunia. Karena karakternya, Kimi dijuluki sebagai “Iceman (Sang Lelaki Es).”

“Tidak ada pembalap di luar sana yang seperti Kimi Raikkonen,” kata bos Alfa Romeo, Frederic Vasseur.

“Kehadirannya, kharisma dan perilakunya yang unik, sesuai dengan kemampuan mumpuninya yang membuat timnya (Sauber) memberikannya kesempatan pada 2001, telah membuatnya menjadi seorang legenda di cabang olahraga kita dalam hal perjuangan statistik dan angka untuk diperlihatkan.”

Meski hanya sekali menjadi juara dunia, Raikkonen merebutnya dengan dramatis dalam persaingan yang hanya berselisih satu angka dari dua pesaing dari McLaren, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, pada 2007.[]