News

Setelah 18 Bulan Tutup Gerbang Penerbangan, India Izinkan Turis Asing Datang Berkunjung

Setelah 18 Bulan Tutup Gerbang Penerbangan, India Ijinkan Turis Asing datang Berkunjung

Setelah 18 Bulan Tutup Gerbang Penerbangan, India Izinkan Turis Asing Datang Berkunjung
India mulai mengizinkan turis asing yang divaksinasi penuh untuk memasuki negara dengan penerbangan komersial reguler pada Senin (15/11) (Financial Express)

AKURAT.CO, Setelah 18 bulan menutup gerbang penerbangan komersial, India akhirnya mulai mengizinkan turis asing memasuki negaranya. Seperti diwartakan AP, izin mulai diberlakukan pada Senin (15/11), dengan syarat turis asing yang datang harus sudah divaksin Covid-19 lengkap. 

"Turis yang memasuki India harus divaksinasi sepenuhnya, mengikuti semua protokol Covid-19 dan dites negatif untuk virus dalam waktu 72 jam setelah penerbangan," terang Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan.

Dalam peraturan baru itu, para pelancong nantinya masih harus menjalani tes Covid-19 pasca-kedatangan di bandara. Namun, hal ini dilaporkan tidak akan berlaku bagi pelancong yang datang dari negara-negara yang memiliki perjanjian dengan India untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi. Di antara negara yang dimaksud seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan sejumlah besar negara Eropa. Bagi warga yang berasal dari  negara-negara itu bisa meninggalkan bandara India tanpa menjalani tes untuk virus corona. 

baca juga:

Langkah untuk mengizinkan turis asing datang di tengah pembatasan Covid-19 yang makin diperlonggar. Diketahui, usai dihantam gelombang dua yang mematikan beberapa bulan lalu, India mulai menikmati penurunan infeksi Covid-19. Sementara itu, tingkat vaksinasi terus meningkat.

Ini juga tercatat menjadi pertama kalinya India mengizinkan turis asing masuk melalui penerbangan komersial reguler. Penerbangan komersial terakhir yang memasuki negara itu terjadi pada Maret 2020, ketika India memberlakukan salah satu penguncian terberat di dunia dalam upaya untuk menahan pandemi.

Sementara turis yang divaksinasi penuh dan datang melalui penerbangan carteran lebih dulu diizinkan masuk mulai bulan lalu. Izin ini datang ketika infeksi virus corona telah turun secara signifikan, dengan kasus baru harian berada di atas angka 10 ribu selama lebih dari sebulan.

Kini, sama seperti Thailand hingga Indonesia, India juga tengah berupaya menggenjot jumlah wisatawan asing untuk berkunjung ke negaranya. Untuk memuluskan langkahnya, pemerintah telah menyusun rencana untuk mengeluarkan 500 ribu visa gratis yang berlaku hingga Maret mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perhotelan yang terpukul oleh pandemi.

Dengan lebih dari 35 juta infeksi virus corona yang dilaporkan, India berada di peringkat kedua sebagai negara yang paling parah terkena dampak Covid-19. Di atas India, ada AS yang mencatatkan total infeksi mencapai hampir 48 juta kasus.

Menurut Kementerian KIndia, kasus virus corona aktif saat ini mencapai 134.096. Angka ini adalah yang terendah dalam 17 bulan terakhir. Sementara untuk urusan vaksin, hampir 79 persen populasi orang dewasa India telah menerima setidaknya satu dosis suntikan. Sementara 38 persen populasi telah divaksin penuh.

Pemerintah federal juga tercatat telah meminta administrasi negara bagian untuk melakukan kampanye dari pintu ke pintu untuk mempercepat kampanye vaksin.

Pada 2020, angka turis asing yang datang ke India menyusut menjadi kurang dari 3 juta orang. Jumlah ini turun lebih dari 75 persen dibanding tahun 2019, di mana saat itu, pariwisata India mampu menghasilkan pendapatan hampir USD30 miliar (Rp425,8 triliun).  []