Olahraga

Setahun Kematian George Floyd dan Keterlibatan Olahraga dalam Isu Rasisme

Anthony Joshua, Lewis Hamilton, Naomi Osaka, dan NBA adalah tokoh dan institusi olahraga terkemuka yang ikut dalam gelombang aksi Black Lives Matter.


Setahun Kematian George Floyd dan Keterlibatan Olahraga dalam Isu Rasisme
George Floyd (Sky News)

AKURAT.CO, Tepat setahun lalu, seorang lelaki kulit hitam berusia 47 tahun bernama George Floyd tewas setelah lehernya dilututi oleh seorang petugas polisi bernama Derek Chauvin di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. Sejak itu, dunia bergolak dan olahraga memainkan peran untuk menuntut keadilan untuk Floyd.

Kematian Floyd di tengah hari pada 25 Mei 2020 itu telah memicu gelombang demonstrasi menentang rasisme dengan hashtag #blacklivesmatter di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Sekali lagi, olahraga muncul untuk menggunakan kemahsyuran atlet-atletnya untuk berpartisipasi dalam gelombang tersebut.

Juara dunia tinju kelas berat multigelar, Anthony Joshua, turun dalam demonstrasi melawan rasisme di kota tempat tinggalnya di Watford, Inggris, di musim panas setelah kematian Floyd. Di tengah serangan pandemi virus corona (COVID-19), Joshua melakukan orasi dengan menyebut virus sebenarnya adalah rasisme.

“Virus telah mendeklarasikan pandemi. Ini di luar kendali dan saya tidak bicara tentang COVID-19,” kata Joshua sebagaimana dipetik dari BBC. “Virus yang saya bicarakan disebut rasisme.”

Jauh sebelum itu, atau empat tahun sebelum kematian Floyd, olahraga muncul melalui pemain Liga Football Amerika Serikat (NFL), Colin Kaepernick. Kaepernick melakukan aksi berlutut ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dikumandangkan sebelum salah satu pertandingan untuk menentang politik rasial AS.

Adapun Liga Primer Inggris mengizinkan para pemainnya untuk melakukan aksi berlutut sebelum pertandingan untuk menunjukkan solidaritas terhadap kematian Floyd. Aksi tersebut dilakukan dimulai sejak dilanjutkannya kembali Liga Primer Inggris pada 17 Juni 2020 setelah terhenti akibat pandemi.

Di bulan Juli, pembalap Mercedes, Lewis Hamilton menginisiasi protes melawan rasisme di Formula One (F1). Di Grand Prix Styria di Austria, Hamilton mengangkat tangannya sebagai sikap salut untuk masyarakat kulit hitam di atas mobilnya selepas balapan juga di podium.

Pada Agustus 2020, seorang pria berkulit hitam berusia 29 tahun, Jacob Blake, ditembak tujuh kali oleh polisi di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat. Insiden ini memicu boikot sejumlah pertandingan Liga Basket Amerika Serikat (NBA).

Memasuki September, mantan petenis ranking satu dunia asal Jepang, Naomi Osaka, memasuki lapangan pertandingan Amerika Serikat Terbuka di New York mengenakan penutup wajah bertuliskan nama-nama korban penembakan di Amerika Serikat seperti Ahmaud Arbery dan George Floyd.[]