Ekonomi

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal-sinyal Perbaikan

Pemerintah telah berhasil menunjukkan sinyal perbaikan ekonomi selama setahun kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin, terutama saat penuh tekanan akibat pandemi COVID-19.


Setahun Jokowi-Ma’ruf, Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal-sinyal Perbaikan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kenakan Adat Melayu, Senin (17/8/2020) (screencapture/SekKab)

AKURAT.CO Pemerintah telah berhasil menunjukkan sinyal perbaikan dalam perekonomian selama satu tahun kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, terutama saat Indonesia sedang penuh tekanan akibat pandemi COVID-19.

“Rasio utang pemerintah yang kurang dari 35 persen dari PDB menunjukkan pengelolaan utang dengan prinsip kehati-hatian,” seperti dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Dilansir dari Antara, di tengah pandemi COVID-19, rasio utang tetap terjaga di bawah 35 persen dari produk domestik bruto (PDB) sehingga rating ini menunjukkan Indonesia masih layak sebagai tujuan investasi.

Hal itu didukung oleh IMF dalam Outlook Ekonomi Dunia pada Oktober 2020 yang mencatat proyeksi rasio utang Indonesia untuk tahun ini masih jauh dibandingkan negara lain yaitu 38,5 persen terhadap PDB.

Amerika Serikat diperkirakan mencapai 131,2 persen terhadap PDB, Jepang 266,2 persen terhadap PDB, Kanada 114,6 persen terhadap PDB, Italia 161,8 persen, Prancis 118,7 persen, dan Inggris 108 persen terhadap PDB.

Kemudian China turut diproyeksikan menjadi 61,7 persen terhadap PDB, Malaysia 67,6 persen, Filipina 48,9 persen, India 89,3 persen dan Thailand 50,4 persen.

Tak hanya rasio utang yang tetap terjaga, sinyal perbaikan kondisi ekonomi selama setahun kinerja Jokowi-Ma’ruf juga tercermin dari indikator Purchasing Manager Index di bidang manufaktur dan Indeks Keyakinan Konsumen.

Secara rinci untuk Purchasing Manager Index (PMI) pada Januari tercatat 49,34 poin, Februari 51,88 poin, Maret 45,33 poin, April turun menjadi 27,49 poin akibat PSBB, Mei mulai ada perbaikan 28,62 poin, Juni 39,07 poin, Juli 46,88 poin, Agustus 50,76 poin, dan September turun menjadi 47,2 poin.

Sementara itu untuk Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) memang sempat mengalami penurunan dari Maret, April, dan Mei akibat pandemi namun sudah mulai menunjukkan perbaikan sejak Juni hingga Agustus meski kembali menurun pada September.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu