Ekonomi

Sering Insecure Soal Keuangan? Hilangkan dengan 6 Tips Ini

Ini dia tips menghadapi rasa insecure terhadap keuangan.


Sering Insecure Soal Keuangan? Hilangkan dengan 6 Tips Ini
Ilustrasi tips mengatur keuangan di tengah pandemi COVID-19 (Unsplash)

AKURAT.CO Banyak orang yang mengatakan kalau uang bukan segalanya. Benar, tapi tidak dapat dipungkiri kalau hidup itu butuh uang. Tanpa uang, maka mustahil bisa bertahan hidup sampai sekarang. 

Mau beli makanan, misalnya, pakai apa lagi kalau bukan uang? Tak heran kalau banyak orang sering kali merasa insecure saat uangnya mulai menipis.

Apakah kamu merasakan hal yang sama? Ini dia tips menghadapi rasa insecure terhadap keuangan tersebut, sehingga hidupmu bisa jauh lebih tenang.

1. Buatlah anggaran dengan rapi

Tidak dapat dipungkiri kalau kebutuhanmu setiap bulan akan berbeda-beda, makanya butuh anggaran. Jika di bulan sebelumnya kamu lagi tidak kepingin belanja baju, misalnya, kamu tidak perlu membuat anggaran untuk belanja. Tapi kalau bulan ini kepingin, mau tidak mau harus buat anggarannya.

Anggaran ini bertujuan untuk membatasi keinginan untuk bersikap konsumtif. Sebab, banyaknya uang yang akan dihabiskan sudah ditentukan dalam anggaran. Jadi, sebisa mungkin tidak melebihi apa yang tercatat.

Patuhnya kamu terhadap anggaran belanja tentu akan membuat kondisi finansial lebih baik dari waktu ke waktu. Tidak ada lagi yang namanya pengeluaran dadakan karena kamu sudah mengalokasikannya dengan rapi.

2. Biasakan dirimu menabung dan investasi

Sering merasa insecure terhadap keuangan saat ini? Daripada insecure terus, lebih baik belajar membangun kondisi finansial yang kuat. Caranya dengan menabung dan berinvestasi.

Idealnya, kamu harus menyisihkan 30% dari gaji bulanan untuk pos tabungan dan investasi. Bebas mau 10% untuk tabungan, 20% untuk investasi atau sebaliknya. Yang pasti kamu selalu mengisi kedua pos ini secara rutin sebagai bekal keuanganmu di masa mendatang. 

Khusus untuk investasi, bagi yang baru memulai, sebaiknya pilih investasi yang rendah risiko, tapi tetap menguntungkan. Misalnya, reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.