Lifestyle

Gak Sama Loh! Yuk, Pahami Beda HIV dan AIDS

Banyak masyarakat yang masih menganggap HIV dengan AIDS sebagai dua hal yang sama alias satu kesatuan. Yuk pahami beda HIV dan AIDS


Gak Sama Loh! Yuk, Pahami Beda HIV dan AIDS
Memahami beda HIV dan AIDS (FREEPIK/jcomp)

AKURAT.CO, Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang masih menganggap HIV dengan AIDS sebagai dua hal yang sama alias satu kesatuan. Padahal, HIV dan AIDS mengambarkan dua kondisi yang berbeda, meski saling berhubungan.

HIV merupakan singkatan dari human immunedeficiency virus. Ini adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Akibat imun yang lemah, tubuh tidak bisa bekerja secara efektif dan rentan terkena penyakit.

"Virus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh manusia menurun. Ingat, hanya ada pada manusia. Jadi, virus ini hanya ditularkan dari manusia yang satu ke manusia yang lain," kata Dr. Maya Trisiswati MKM, dalam workshop kesehatan pada Senin, (13/9/2021), yang dihadiri Akurat.co.

Jika tidak diobati, HIV akan berlanjut menjadi AIDS. Adapun AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome.

"AIDS artinya kumpulan gejala yang timbul ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Nah, sistem kekebalan tubuh itu menurun disebabkan oleh virus HIV," jelas Dr. Maya. 

Namun, seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung serta merta disebut mengalami AIDS. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk masuk ke fase AIDS, tergantung kondisi individu yang terinfeksi. Selain itu, tidak semua orang yang terinfeksi HIV masuk dalam fase AIDS.

"Orang yang HIV, dia masih membutuhkan waktu untuk masuk ke fase AIDS. Seseorang yang terinfeksi HIV, bisa saja dia tidak masuk AIDS," tegasnya.

HIV memang tidak bisa hilang dari tubuh manusia, namun bisa ditekan dengan konsumsi antiretroviral (ARV), seumur hidup dan secara teratur.

"Ketika dia (seseorang yang terinfeksi HIV) mengonsumsi ARV, obat yang mengendalikan perkembangbiakan virus," ujarnya.

Selain ARV, pengendalian HIV dalam tubuh juga harus dibarengi dengan;

  • Pola hidup sehat.
  • Perubahan dari perilaku berisiko menjadi tidak berisiko.
  • Mendapat dukungan psikologis.
  • Selalu optimis dan berpikir positif.

"Konsumsi ARV dengan teratur maka dia tetap produktif, dan tetap terlihat sehat," Dr. Maya.

Tak hanya itu saja, konsumsi ARV pun akan menekan perkembangan virus dalam tubuh, bahkan hingga tidak terdeteksi (undetected equal untransmitted). Apabila tidak terdeteksi, maka virus tidak akan menular.

"Jika sudah tidak terdeteksi, maka tidak mampu menularkan. Virus tetap ada dalam tubuh tapi tidak mampu menularkan. Sebab daya tahan tubuh tetap kuat," tukasnya.[]