Tech

Sering Dianggap Sepele, Kenali Dampak dan Bahaya Perundungan Siber

Sering Dianggap Sepele, Kenali Dampak dan Bahaya Perundungan Siber
Ilustrasi Bullying (ZETIZEN.COM)

AKURAT.CO  Perundungan siber tidak bisa dibenarkan dan tak bisa dianggap sepele karena dampaknya sangat berbahaya bagi korban. Untuk mencegah dan mengatasinya, empati harus ditekankan dan etika di ruang digital harus ditegakkan.

Hal tersebut dibahas dalam webinar yang mengambil judul “Jaga Kesehatan Mental di Era Digital, Waspada Perundungan Siber”, Selasa (6/9), di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. 

Hadir sebagai narasumber adalah Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Alem Febri Sonni, Koordinator Mafindo Semarang Raya Basuki Setia Nugroho serta Dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang Agustin Rahmawati.

baca juga:

Perundungan siber atau cyber bullying merupakan tindakan agresif dari seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah (secara fisik maupun mental) dengan menggunakan media digital. 

Dengan penetrasi internet di Indonesia yang menjangkau lebih dari 70% populasi atau sekitar 202 juta penduduk, kasus perundungan siber pun kian marak.

Agustin Rahmawati mengungkapkan, hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa 59,6% pengguna internet pernah mengalami perundungan siber dan perempuan lebih banyak mengalaminya dibanding laki-laki. Pada remaja, hanya 2 dari dari 5 korban yang melakukan pengaduan ke orangtuanya.

“Artinya, seringkali korban enggan melaporkan dan mengadukan atau menyampaikan apa yang dikeluhkannya ke orang lain,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan bahwa dampak perundungan di dunia bisa lebih berbahaya dan lebih berat dibanding perundungan di dunia nyata. 

Pasalnya, jejak digital sulit dihapus dan akan abadi sehingga hal itu akan menjadi bahan tertawaan dan olok-olokan yang berketerusan dan susah dihentikan.