News

Sering Dianggap Sama, ini Perbedaan Makna Tadarus dan Tilawah


Sering Dianggap Sama, ini Perbedaan Makna Tadarus dan Tilawah
Membaca Alquran termasuk amalan yang bisa membersihkan jiwa (freepik.com/freepik)

AKURAT.CO, Seni membaca kitab suci Al-Qur'an memiliki bermacam cara yang bisa diamalkan setiap muslim. Cara-cara itu dikenal oleh masyarakat luas seperti muratal, tartil, tilawah dan tadarus.

Perbedaan dari cara-cara tersebut salah satunya terdapat pada nada serta intonasi yang dihasilkan ketika membaca huruf demi huruf Al-Qur'an.

Di Indonesia,istilah membaca Al-Qur'an yang lazim digunakan adalah tadarus. Biasanya, kegiatan tadarus ini akan semakin populer ketika memasuki bulan puasa. Hal ini karena membaca Al-Qur'an ketika bulan puasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Oleh sebab itu, akan dengan mudah dijumpai di rumah-rumah, masjid, musala dan tempat-tempat lainnya, orang -orang yang sedang bertadarus Al-Qur'an.

Akan tetapi, sudah tepatkah istilah itu disematkan untuk kegiatan membaca Al-Qur'an?

Perlu dipahami bahwa secara bahasa, tadarus berasal dari kata darosa-yadrusu, yang berarti mengkaji, meneliti, mempelajari, menelaah, dan mengambil pelajaran. Lebih rincinya darosa tersebut ketambahan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu, dan maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari (Al-Qur'an) secara lebih mendalam.

Jika ditelaah lebih jauh, kegiatan tadarus yang dikenal masyarakat pada umumnya tidak lebih dari sekadar membaca. Kebanyakan dari kita masih mengenal tadarus tanpa ada praktik mempelajari, mengkaji, meneliti dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk suatu majelis yang hanya membaca Al-Qur'an tanpa mempelajari kandungannya lebih tepat disebut dengan tilawah wal istima'. Tilawah berarti membaca sedangkan istima' berarti mendengar.

Dalam hal ini, membaca Al-Qur'an memiliki bobot yang sama dengan mendengar. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam salah satu ayatnya,

Sering Dianggap Sama, ini Perbedaan Makna Tadarus dan Tilawah - Foto 1
ISTIMEWA


Wa izaa quri al-qur'aanu fastami'uu lahuu wa ansituu la'allakum tur-hamuun

Artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS. Al-A'raf ayat 204)

Sementara itu terkait dengan tadarus Al-Qur'an sangat dianjurkan bagi setiap muslim seperti hadis Nabi saw.

Dari Ibnu Mas'ud ra beliau berkata, "Adalah seorang dari kami jika telah mempelajari 10 ayat maka ia tidak menambahnya sampai ia mengetahui maknanya dan mengamalkannya." (Disahihkan oleh Syekh Ahmad Muhammad Syakir dalam tahqiqnya atas tafsir At-Thabari (I/80).

Dengan demikian, kendati membaca dan mendengar Al-Qur'an adalah suatu perintah dari Allah Swt, kita tetap harus bertadarus agar mampu memahami, mendalami, hingga mengamalkan apa yang dikatakan Al-Qur'an. Wallahu a'lam.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co