Rahmah

Sering Dianggap Nyeleneh, Ternyata Abu Nawas Miliki Jiwa Sosial Tinggi, ini Buktinya!

Saat sedang menikmati pemandangan sekitar, tiba-tiba seorang pengemis datang menghampiri Abu Nawas.


Sering Dianggap Nyeleneh, Ternyata Abu Nawas Miliki Jiwa Sosial Tinggi, ini Buktinya!
Ilustrasi Abu Nawas (Nambla)

AKURAT.CO Suatu pagi yang cerah, saat sedang asyik berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan sekitar, tiba-tiba seorang pengemis datang menghampiri Abu Nawas. Ternyata ia datang, dengan harapan akan diberikan sedikit makanan untuk mengganjal perutnya. Ia bilang sudah tiga hari ini belum makan.

Sementara Abu Nawas juga merasa sangat kasihan. Akan tetapi, sebelum memberi makanan kepada si pengemis itu, seperti biasanya, Abu Nawas memberikan beberapa pertanyaan.

"Wahai Pak Tua, kenapa engkau mengemis? apa engkau tidak mempunyai pekerjaan?" tanya Abu Nawas.

"Mohon maaf Tuan, saya sudah lama mencari loker, tapi belum ada yang mau menerima saya bekerja," kata pengemis itu.

"Ohh gitu ya. Jika aku beri pekerjaaan apakah engkau mau bekerja meskipun pekerjaan itu berat?" tanya Abu Nawas merasa kasihan.

"Tidak apa-apa Tuan, apa saja yang penting halal," jawab si pengemis sambil menganggukkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, Abu Nawas  mengajak pengemis itu menemui seorang sahabatnya. Usut punya usut, ternyata Abu Nawas ingin memberi pekerjaan kepada pengemis itu di tempat sahabatnya. Akhirnya pengemis itu akhirnya mendapat pekerjaan. Diketahui, ia bertugas mencabuti rumput di kebun sahabat Abu Nawas itu.

Sahabat Abu Nawas itu tampaknya beruntung menerima pengemis itu menjadi karyawannya. Karena memang si pengemis tersebut  merupakan seorang pekerja yang sangat rajin dan tangkas. Buktinya dalam waktu singkat saja, pekerjaannya yang begitu banyaknya dapat selesai tepat waktu.

Ketika majikannya mengetahui kalau pekerjaan pengemis itu yang begitu cepat, ia berencana memberikan pekerjaan yang lebih serius untuk pengemis tersebut. Pengemis itupun menyepakati bahwa mulai sekarang dirinya mendapat pekerjaan baru yaitu memisahkan satu keranjang kurma menjadi tiga bagian.

Akan tetapi semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan. Diketahui, si pengemis itu melakukan satu kesalahan. Namun kesalahan tersebut tidak ditujukan penuh kepada si pengemis. Rupanya sang majikan lupa untuk menjelaskan kepada pengemis untuk memisahkan kurma bagus, kurang bagus dan kurma yang busuk. Ia hanya memberikan satu keranjang besar penuh kurma saja dan tiga keranjang kecil kosong. 

Beberapa hari berikutnya, Abu Nawas datang ke rumah sahabatnya untuk menanyakan kabar dari pengemis itu. Sahabat Abu Nawas kemudian menjelaskan bahwa pengemis itu merupakan orang yang rajin dan cepat dalam bekerja. Karena hal itulah dirinya memberikan pekerjaan yang lebih serius kepada si pengemis.

"Ngomong-ngomong , sekarang dia bekerja apa?" tanya Abu Nawas kepada sahabatnya.

"Kemarin-kemarin sih dia saya suruh untuk memisahkan kurma menjadi tiga  tempat. Mari kita ke sana untuk melihatnya, tentu saja pekerjaannya itu sudah selesai," kata sahabat.

Sesampainya di sana, mereka sangat kaget ketika melihat pengemis itu sedang tidur dengan pulasnya. Ternyata, ia sama sekali tidak melakukan pekerjaan yang diperintahkan sahabat Abu Nawas itu. Sahabat Abu Nawas yang melihat kejadian itupun merasa kesal. Ia segera membangunkan si pengemis itu dan berkata,

"Hmmm.. Kenapa engkau tidak menyelesaikan pekerjaanmu yang semalam," tanya sahabat.

"Maaf Tuan Majikan, kalau hanya memindahkan kurma, sesungguhnya itu sangat mudah. Karena yang sulit adalah membuat keputusan mana kurma yang baik, kurang baik dan busuk, karena saya tidak diberitahu sebelumnya," jawab pengemis.

"Haduhh... Sungguh itu tidak terpikirkan olehku," kata sahabat Abu Nawas.

Begitu juga Abu Nawas yang hanya tersenyum melihat kejadian ini. Setelahnya, Abu Nawas menegur sahabatnya untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan. []