Lifestyle

Karmic Relationship, Sayang dan Benci pada Saat Bersamaan

Karmic relationship adalah jenis hubungan romantis yang seringkali tidak stabil dan menampilkan dinamika kekuatan yang tidak seimbang. Ini beberapa cirinya


Karmic Relationship, Sayang dan Benci pada Saat Bersamaan
Mengatasi hubungan yang sudah mulai terasa basi (PINTEREST.COM)

AKURAT.CO, Kamu bertemu dengan orang baru dan langsung tertarik kepadanya? Hati-hati! Mungkin ini bisa menjadi awal dari karmic relationship alias hubungan karma.

Karmic relationship adalah jenis hubungan romantis yang seringkali tidak stabil dan menampilkan dinamika kekuatan yang tidak seimbang. Meskipun hubungan itu terasa menarik, penuh gairah dan sayang, hubungan seperti ini dapat merusak.

Ya, hubungan ini sebenarnya penuh dengan hal-hal yang membebani dan sangat sulit untuk dipertahankan. Akan tetapi, juga tak mau untuk dilepaskan. Intinya, kamu merasakan sayang dan sakit dalam waktu bersamaan. 

“Karmic relationship bisa sama memuaskannya dengan hubungan jangka panjang lainnya. Namun, seperti semua hubungan pada umumnya, hubungan tidak bahagia selamanya," jelas Bonnie Winston, ahli hubungan dan celebirty matchmaker terkenak, dikutip Akurat.co dari bride.com, Senin, (26/7/2021). 

“Dalam karmic relationship, kamu mencoba untuk memperbaiki luka dan trauma. Kamu memilih orang ini untuk menyembuhkan luka dari apa yang terjadi di masa lalu, mungkin dari orangtua atau pasangan yang dominan," jelas Winston. 

Saat ini, kamu mungkin bimbang, apakah sedang berada dalam karmic relationship atau tidak, atau pernah mengalaminya atau tidak. Berikut Akurat.co  uraikan ciri umu dari karmic relationship.

Ada banyak drama

Tidak ada hubungan tanpa masalah, namun beberapa hubungan tetap dapat berjalan mulus sepenuhnya. Berbeda dengan hubungan karmic yang terasa seperti terjadi kekacauan terus-menerus. Kamu merasa lelah secara energi, mental dan emosional, terutama ketika pasanganmu ada. Meskipun begitu, kamu tidak bisa membiarkan pasangan pergi meskipun dia sudah mengecewakan atau menyakiti kamu berulang kali. 

"Ada juga banyak pasang surut seperti roller coaster dan perasaan gelisah secara umum. Hubungan tidak mulus atau tenang," kata Winston.

Memicu sisi burukmu

Dari perilaku mengendalikan hingga ledakan kemarahan, karmic relationship cenderung dipenuhi dengan tanda bahaya. Hubungan yang penuh gairah ini sering membawa dampak terburuk pada kamu. Ya, kamu mungkin berubah menjadi seseorang yang tidak kamu kenal atau melakukan hal-hal yang sepenuhnya di luar karakter. kamu bahkan sangat kesulitan untuk mengendalikan tindakanmu. 

Hubungan bersifat kodependen

Saat mulai terhubung dengan pasangan, kamu mungkin merasa sulit untuk meninggalkannya sendirian. Kamu sering mengabaikan waktu luangmu dan hubungan lain untuk terus-menerus bersama pasangan, begitu juga sebaliknya. Artinya, kalian sangat saling bergantung satu sama lain. Bukan hal baik, ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Sebab, hubungan yang sehat memliki waktu dan ruang untuk diri sendiri.

Komunikasi yang buruk

Komunikasi adalah dasar dari setiap hubungan yang solid. Namun, ketika berada dalam karmic relationship, kamu akan selalu berjuang untuk memahami satu sama lain. Miskomunikasi mungkin menjadi tema umum sepanjang waktu. Misalnya, kamu mungkin berdebat dengan pasangan tentang hal-hal kecil dan tampaknya tidak penting. Kamu bahkan tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan pasanganmu. 

Selalu berdebat 

Berdebat dengan pasangan seperti bom atom yang meledak. Ketidaksepakatan selalu muncul tiba-tiba dan mengejutkan kamu. Kondisi ini cukup sering sehingga banyak momen kalian habiskan untuk saling berargumen. Ketidaksepakatan bisa dengan cepat menjadi pribadi dan menyinggung. Selain itu, ketidaksepakatan kemungkinan akan bergerak cepat dari subjek ke subjek, meniadakan poin aslinya.

Meskipun ada banyak hal negatif dalam hubungan karma, Winston menjelaskan bahwa karmic relationship juga bisa dilihat dari perspektif pertumbuhan pribadi, untuk mengenal dirimu seutuhnya dan mencoba hal-hal baru yang selama ini kamu hindari. 

“Hubungan karma adalah pelajaran cinta,” kata Winston. 

“Pasangan ada sebagai tutorial bagi jiwa kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan memperbaiki luka masa lalu. Dari hubungan ini, kamu bisa tumbuh atau putus," ujarnya. 

Pasang surut karmic relationship adalah hal yang menarik. Namun, ketika kamu siap untuk pergi, pergilah. Penting untuk dipahami bahwa kamu tetap dapat memiliki masa depan yang cerah tanpa pasanganmu saat ini.

Jadi, fokuslah perlu fokus pada kebahagiaan jangka panjang. Tentu saja, jika kamu merasa sulit untuk menemukan jalan keluar, mungkin ada baiknya berbicara dengan konselor hubungan atau mendapatkan bantuan eksternal dari orang-orang di sekitarmu.[]