Ekonomi

Serikat Buruh Internasional Ungkap Skandal Israel yang Eksploitasi Buruh di Palestina

skandal eksploitasi pekerja Palestina yang bekerja di dalam Israel dan di permukiman ilegal Israel di tanah Palestina.


Serikat Buruh Internasional Ungkap Skandal Israel yang Eksploitasi Buruh di Palestina
Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh pekerja Palestina yang kembali dari Israel, di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona, dekat Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel. (Reuters / Mussa Qawasma)

AKURAT.CO Sebuah laporan baru yang dirilis oleh Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) telah mengungkapkan skandal eksploitasi pekerja Palestina yang bekerja di dalam Israel dan di pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

Sekretaris Jenderal ITUC, Sharan Burrow mengatakan pengangguran yang tinggi di Tepi Barat dan Gaza membuat warga Palestina terpaksa mengambil pekerjaan di Israel dan beberapa pemukiman ilegal milik Israel.  

"Lebih dari 130.000 orang mencoba mencari nafkah dengan cara ini," tutur Sharan Burrow melansir dari lama resmi ITUC, Minggu (16/5/2021).

Sharan mengatakan laporan tersebut mengungkap realitas banyak masyrakat dibayar dengan upah rendah, kesehatan dan keselamatan kerja yang buruk, kesenjangan dalam perlindungan sosial dan sistem outsourcing yang dinilai banyak meskipun sistem tersebut telah dihapus oleh otoritas Israel di sektor konstruksi.

“Pendudukan Israel yang terus berlanjut di Palestina adalah akar penyebab penderitaan para pekerja ini yang bergantung pada Israel untuk mata pencaharian mereka," katanya.

Sharan mengatakan ketika Palestina menjadi negara merdeka sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, maka ekonominya dapat berkembang dan rakyatnya tidak lagi harus bergantung pada pekerjaan di bawah standar.

"Kembalinya dukungan keuangan pemerintah AS untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) akan membuat perbedaan besar di Palestina. Tetapi pekerja Palestina yang mengandalkan Israel untuk pekerjaan berhak mendapatkan perlakuan yang adil, upah yang layak, dan penghormatan atas hak-hak dasar mereka," ucapnya. 

Untuk itu, ITUC meminta untuk mengakhiri sistem tenaga kerja yang eksploitatif. Kemudian Penghormatan terhadap hak-hak fundamental pekerja, sejalan dengan dasar perlindungan tenaga kerja yang dijamin dalam Deklarasi Seratus Tahun ILO termasuk upah minimum yang memadai.

Selanjutnya, menjamin kesehatan dan keselamatan kerja serta batasan maksimal jam kerja. Selain itu penerapan pengawasan ketenagakerjaan,  dan perlindungan sosial.

 “Di atas ketidakadilan pendudukan Israel, para pekerja Palestina di Israel juga menghadapi ketidakadilan di tempat kerja.  Israel harus memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional, ”kata Sharan Burrow.[]