Rahmah

Serial Sahabat Nabi: Abu Umamah al-Bahili

Abu Umamh al-Bahili adalah sahabat Nabi yang taat sekaligus perawi hadis

Serial Sahabat Nabi: Abu Umamah al-Bahili
Gambar hanya ilustrasi (akhbarak.net)

AKURAT.CO Namanya adalah Shudai bin Ajlan, hanya kemudian sahabat Nabi yang satu ini lebih dikenal dengan nama kun-yahnya, yaitu Abu Umamah al-Bahili. Dia merupakan sosok muslim yang taat mengamalkan sunnah Nabi dan banyak meriwayatkan hadis.

Banyak kisah yang menceritakan ketaatan Abu Umamah dalam mengamalkan sunnah Rasulullah, di antaranya adalah kegemarannya mengucapkan salam. Dalam ajaran Islam, ifsyaus salam atau sering mengucap salam sangat dianjurkan.

Muhammad bin Ziyad al-Alhani berkata, “Aku pernah menggandeng tangan Abu Umamah, sahabat Rasulullah. Aku berjalan bersamanya menuju rumahnya. Tidaklah ia melewati seorang muslim, anak kecil, bahkan siapa pun, kecuali ia berkata, ‘Salamun ‘alaikum. Salamun ‘alaikum’.

baca juga:

 Apabila sampai di depan pintu rumahnya, ia menoleh kepada kami dan mengatakan, ‘Hai anak saudaraku, Nabi kita memerintahkan kepada kita untuk menyebarkan salam’.”

Meriwayatkan hadis

Abu Umamah juga sosok sahabat Nabi yang memiliki kontribusi  besar dalam keilmuan Islam, hal itu dibuktikan dengan beberapa hadis Nabi yang diriwayatkannya. Berikut adalah tiga hadis riwayat Abu Umamah.

Hadis pertama

يقول أبو أمامة الباهلي: شهدت خطبة رسول الله يوم حجة الوداع فقال قولاً كثيرًا حسنًا جميلاً وكان فيها: “من أسلم من أهل الكتابين فله أجره مرتين وله مثل الذي لنا وعليه مثل الذي علينا, ومن أسلم من المشركين فله أجره وله مثل الذي لنا وعليه مثل الذي علينا”.

Artinya: Abu Umamah berkata, “Aku menyaksikan khutbah Rasulullah di Haji Wada’. Beliau mengucapkan banyak pesan yang indah. Di antaranya adalah ‘Siapa yang memeluk Islam, dan dia dari Yahudi atau Nasrani, baginya pahala dua kali. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kita. Siapa yang memeluk Islam, dan dia sebelumnya musyrik, baginya juga pahala. Ia juga memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kita.” (HR ath-Thabrani)

Hadis kedua

Sumber: Kisahmuslim.com