Ekonomi

Serem! Begini 5 Teknik Penipuan 'Social Engineering' yang Bisa Bikin Melarat

Pernah di telepon atau di sms dari nomor yang tidak dikenal yang mengaku dari perusahaan fintech, ecommerce, bank atau provider telepon seluler ?


Serem! Begini 5 Teknik Penipuan 'Social Engineering' yang Bisa Bikin Melarat
Ilustrasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Pernah di telepon atau di sms dari nomor yang tidak dikenal yang mengaku dari perusahaan fintech, ecommerce, bank atau provider telepon seluler dengan alasan ingin menawarkan kartu kredit, pinjaman online sampai mendapatkan hadiah undian puluhan juta rupiah?

Hati-hati karena itu termasuk ke dalam penipuan online dengan teknik social engineering (rekayasa sosial). Bagi yang belum familiar dengan istilah ini, social engineering adalah sebuah cara untuk mengelabui / memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data-data pribadi atau akses yang diinginkan dengan cara memanipulasi si korban dengan cara yang halus.

Manipulasi yang dimaksud adalah manipulasi psikologi, dimana pelaku akan mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media seperti lewat suara, gambar erotis atau tulisan yang bersifat sangat persuasif. Ternyata, teknik manipulasi itu dilakukan untuk membuat si korban menjawab atau meng-klik link tertentu sesuai instruksi atau keinginan si pelaku tanpa disadari.

Data Polda Metro Jaya pada tahun 2019, tercatat 2.300 laporan terkait kasus cyber crime atau penipuan online. Modus tertinggi dilakukan menggunakan teknik social engineering. Umumnya, modus ini dilakukan melalui telepon atau internet, jadi penipu siber ini menipu korban tanpa harus bergantung pada sistem operasi/ platform aplikasi.

Tentu jangan sampai kita-kita jadi korban penipuan modus social engineering, apalagi saat ini teknik penipuan semakin canggih, artinya kewaspadaan berselancar dan menggunakan teknologi digital juga harus semakin ditingkatkan.

So, salah satunya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan kita yakni mengetahui 5 teknik social engineering yang paling sering digunakan untuk menipu:

1. Phishing

Phishing digunakan untuk mendapatkan informasi personal seseorang seperti nama, alamat dan nomor keamanan sosial dengan cara mengirimkan si korban sebuah email dengan menyematkan link yang apabila diklik akan mengarahkan korban ke sebuah website.

Website ini biasanya mengandung malware dan menjadikan pelaku lebih gampang mengambil alih akun si korban atau mengakses informasi penting dan pribadi si korban.

Sumber: Cermati