Tech

Serba Teknologi, Literasi Digital Jadi Bekal Wajib Masyarakat

Serba Teknologi, Literasi Digital Jadi Bekal Wajib Masyarakat
Ilustrasi teknologi digital (Unsplash/@linkedinsalesnavigator )

AKURAT.CO, Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah banyak hal dalam kehidupan, seperti pekerjaan, transaksi jual beli, hingga cara orang menjalin komunikasi dengan pihak lain.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut wajib dibarengi dengan kecakapan digital untuk menghindarkan penggunanya terpapar dampak teknologi digital.

Dian Ikha selaku Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhajirin Purwakarta menjelaskan bahwa di era sekarang saat ini dibutuhkan pola pikir yang serba digital.

baca juga:

Pola pikir ini meliputi growth mindset, kolaborasi, kelincahan belajar dan beradaptasi, serta kepribadian. 

Dian melanjutkan 'growth mindset' adalah kesuksesan dan kualitas individu dapat berubah dan berkembang melalui pembelajaran dan pengalaman sehingga bakat yang dimiliki sejak kecil adalah sekadar permulaan.

Orang yang memiliki pola pikir serba digital, lanjut Dian Ikha, bakal mendapat sejumlah manfaat, seperti berpikiran terbuka, mudah berkolaborasi, lebih cepat beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. 

Menurut Dian, agar cepat memiliki pola pikir serba digital, intinya yang harus didorong adalah keberanian untuk berubah dan mengambil keputusan dengan cepat, belajar secara utuh dan tuntas atau tidak setengah-setengah, serta terus memotivasi diri untuk berkembang.

“Apabila tidak memiliki pola pikir digital, seseorang akan ketinggalan zaman dan potensi dalam diri tidak akan pernah berkembang. Apabila demikian, hidupnya akan stagnan,” kata Dian di webinar “Perkembangan Pemanfaatan Teknologi Digital di Indonesia” belum lama ini di Makassar, Sulawesi Selatan.

Disamping itu, Nur Aisyah Rusnali selaku Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN menilai agar kecanggihan teknologi digital bermanfaat, maka pemerintah juga harus mendukung agar masyarakat Indonesia melek digital.

Nur Aisyah melanjutkan pada intinya yang harus dilakukan pemerintah adalah menyelenggarakan kegiatan literasi digital ke seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

“Selain itu, pemerintah bertanggung jawab terhadap pencegahan atas informasi yang belum jelas kebenarannya, serta melakukan penindakan hukum yang bekerja sama dengan aparat kepolisian,” jelas Nur Aisyah.

Akan tetapi, lanjut Nur Aisyah pemerintah juga memiliki kendala agar masyarakatnya berliterasi dengan baik di bidang digital.

Salah satunya adalah angka buta huruf di Indonesia yang masih tinggi, yaitu setidaknya ada 3 juta orang yang belum bisa membaca dan menulis.

Faktor lainnya adalah infrastruktur teknologi digital yang belum merata sehingga akses internet di banyak wilayah berbeda kualitasnya, serta ada sebagian masyarakat di Indonesia yang menutup diri terhadap perkembangan teknologi digital.

“Peran pemerintah sangat penting dalam optimalisasi teknologi digital di Indonesia. Literasi digital merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan masyarakat informasi Indonesia di 2024,” tambah Nur Aisyah.

Sementara itu, Wijayanto selaku Relawan TIK Semarang  juga menjelaskan tentang kecakapan digital yang dibutuhkan di era sekarang ditengah masifnya pemanfaatan ruang digital. "Kecakapan digital ini meliputi etika di ruang digital, keamanan digital, serta cara melindungi diri dari ancaman kejahatan digital," kata Wijayanto.

Seperti diketahui, hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.[]