News

Serangan Udara Turki Tewaskan Sejumlah Tentara Suriah

Sementara laporan lain menunjukkan 17 hingga 22 kematian

Serangan Udara Turki Tewaskan Sejumlah Tentara Suriah
Dalam gambar ini, para pejuang Suriah yang didukung Turki berfoto di posisi militer di pinggiran kota Kuljibrin, di Kegubernuran Aleppo, utara Suriah, 8 Agustus 2022 (Bakr Alkasem/AFP)

AKURAT.CO, Serangan udara Turki telah menargetkan pos-pos militer di pedesaan di Aleppo, Suriah. Dalam peristiwa ini, sedikitnya tiga tentara Suriah tewas dan enam orang lainnya terluka, menurut kantor berita pemerintah Suriah SANA yang mengutip sumber militer.

Sementara laporan lain menunjukkan 17 hingga 22 kematian.

Serangan oleh Turki terjadi pada Selasa (16/8), di mana angkatan bersenjata Suriah langsung memberi tanggapan. Balasan dari Surian ini juga telah menyebabkan kerugian material dan korban jiwa di pihak tentara Turki dan para pejuang oposisi yang didukung Ankara.

baca juga:

Belum segera diketahui jumlah kerugian di pihak Turki. Sumber pejabat Surian tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Setiap serangan terhadap pos terdepan militer yang dijalankan oleh angkatan bersenjata kami akan ditanggapi dengan tanggapan langsung dan segera di semua lini," kata SANA.

Serangan itu dilaporkan terjadi di dekat kota Kobane, yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS). Menurut Al Jazeera, Kabine juga sebelumnya menjadi lokasi bentrokan semalaman antara kelompok SDF dan pasukan Turki.

SDF sebagian besar terdiri dari milisi YPG (Unit Perlindungan Rakyat), yang dianggap oleh Turki sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah. Turki, AS, dan Uni Eropa telah menetapkan PKK sebagai kelompok 'teroris'.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris telah menjadi pemantau perang oposisi. Dalam keterangannya, mereka mengatakan bahwa serangan Turki menewaskan 17 orang, menambahkan bahwa tidak segera jelas apakah mereka semua adalah tentara Suriah. Dikatakan delapan orang juga terluka.

Hawar News, sebuah kantor berita yang berbasis di daerah yang dikuasai SDF di Suriah utara, sementara itu menyebut 16 tentara Suriah tewas. Kemudian kantor berita Kurdi lainnya, North Press Agency, mengatakan 22 tentara tewas.

Hingga kini, belum ada komentar langsung dari Ankara.

Namun, perbedaan laporan dalam jumlah korban segera setelah serangan memang kerap terjadi di Suriah.

Dalam insiden terpisah, pasukan Kurdi juga menyerang di dalam wilayah Turki pada Selasa (16/8) malam. Kementerian Pertahanan Turki mengungkap laporan ini, menyebut serangan Kurdi menewaskan seorang tentara di dekat kota Birecik di provinsi perbatasan Sanliurfa.

"13 teroris telah dinetralisir dalam serangan balasan oleh Ankara di dalam wilayah Suriah, kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa operasi di wilayah itu terus berlanjut.

Tercatat sejak 2016, Turki telah melakukan setidaknya tiga operasi militer lintas batas berskala besar. Operasi ini membuat Ankara berhasil merebut ratusan kilometer wilayah darat dan mendorong pasukannya hingga sekitar 30 km ke Suriah, terutama untuk menargetkan YPG.

Turki dengan keras menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang merupakan sekutu penting Presiden Rusia Vladimir Putin. Di sisi lain, Ankara mendukung pemberontak yang menyerukan pemecatan al-Assad dan membuka pintunya bagi para pengungsi.

Namun pekan lalu, menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyerukan rekonsiliasi antara pemerintah Suriah dan oposisi.

Komentarnya dipandang sebagai pelonggaran permusuhan lama Ankara terhadap pemerintah al-Assad dan membuat marah kelompok oposisi dan pemberontak Suriah. []