News

Serangan Terbaru di Hotel Somalia Tewaskan Empat Orang, Salah Satu Menteri jadi Korban

Serangan Terbaru di Hotel Somalia Tewaskan Empat Orang, Salah Satu Menteri jadi Korban
Sedikitnya 100 orang tewas dan 300 terluka dalam dua bom mobil yang meledak di luar kementerian pendidikan di ibukota Mogadishu pada Oktober lalu, dimana al-Shabab mengaku bertanggung jawab (Abdirahman Hussein)

AKURAT.CO  Sedikitnya empat orang telah dikonfirmasi tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam teror terbaru yang menargetkan hotel di Mogadishu, Somalia.

Pada Minggu (27/11) malam, para militan menyerbu sebuah hotel yang terletak di pusat kota, dekat dengan kediaman presiden. Para penyerang dilaporkan menembak dan melempar bahan peledak. Pada Minggu, pasukan Somalia masih berjuang untuk mendapatkan kendali atas hotel tersebut.

Laporan korban jiwa datang di tengah pengepungan yang telah berlangsung selama lebih dari 12 jam.

baca juga:

Para saksi mengatakan kepada BBC bahwa mereka mendengar beberapa ledakan dan tembakan senjata berat yang datang dari Hotel Villa Rays. Dalam perkembangannya pada Senin (28/11) hari ini, tembakan pun dilaporkan masih terdengar dari dalam hotel tersebut, Reuters melaporkan. 

Kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda, al-Shabab atau Al-Shabaab, telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Hotel Villa Rays, yang juga disebut sebagai Villa Rose, dikenal populer di kalangan pejabat pemerintah. Beberapa menteri dipastikan telah diselamatkan oleh para petugas.

Namun, setidaknya satu menteri, dilaporkan menjadi korban luka. Menteri itu telah diidentifikasi sebagai Mohamed Ahmed. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Adam Aw Hirsi telah berbicara kepada wartawan, mengonfirmasi bahwa dia selamat dari serangan. Berbicara kepada BBC, Hirsi pun menggambarkan kronologi serangan hingga dampak dari ledakan awal yang mengguncang Villa Rose.

"Kami sedang salat Isya di masjid kecil di hotel dan ada ledakan besar, ledakan itu memekakkan telinga, sangat besar, pecahan kaca berserakan mana-mana, yang mengguncang fondasi bangunan tempat di mana kami menggelar pertemuan.

"Segera setelah ledakan terjadi, para teroris datang. Dalam jeda itu, kami memiliki peluang waktu 120 detik," kata Hirsi.

Belum segera diketahui berapa banyak militan yang menyerang Villa Rays. Namun, petugas polisi mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang yang terlibat mengantongi bahan peledak serta senjata.

Seorang saksi mata juga menggambarkan suara ledakan besar, yang kemudian diikuti dengan 'baku tembak yang hebat'.

"Kami terguncang," ujar Ahmed Abdullahi, yang tinggal di dekat tempat kejadian, kepada Reuters. 

"Kami hanya berdiam di dalam ruangan, mendengarkan suara tembakan," tambahnya.

Beberapa pejabat pemerintah berhasil kabur dari Villa Rays setelah keluar melalui jendela, kata petugas polisi Mohammed Abdi.

Serangan Terbaru di Hotel Somalia Tewaskan Empat Orang, Salah Satu Menteri jadi Korban - Foto 1
 Emmanuel Igunza

Pada bulan Agustus, atau tiga bulan setelah menjabat, Presiden Hassan Sheikh Mohamud berjanji untuk meluncurkan 'perang total' melawan para militan. Komitmen ini pun dibuat usai serangan serupa dilancarkan ke sebuah hotel Mogadishu populer lainnya. Lebih dari 20 orang terbunuh saat itu, setelah anggota al-Shabab mengepung Hotel Hayat selama 30 jam, dengan serangan diwarnai tembakan dan ledakan bom.

Nahas, dua bulan kemudian, serangan bom kembali terjadi. Dua bom mobil meledak di dekat persimpangan sibuk di Mogadishu, menewaskan sedikitnya 100 orang. Al-Shabab juga mengatakan berada di balik serangan itu.

Pasca teror, Presiden Mohamud segera memobilisasi tentara Somalia dan milisi klan yang didukung pemerintah, mencoba merebut desa-desa dan kota dari al-Shabab, yang menguasai sebagian besar wilayah Somalia.

Al-Shabab terus melakukan serangan di Somalia tengah dan selatan, meskipun pasukan pemerintah baru-baru ini didukung oleh pasukan Uni Afrika. Al-Shabab juga masih kekeh melancarkan aksinya meski para milisi lokal berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya direbut oleh kelompok tersebut.

Koresponden BBC Afrika Andrew Harding baru-baru ini menghabiskan waktu dengan apa yang dinamakan sebagai brigade 'petir', yang didanai oleh AS dan memainkan peran sentral dalam pemberontakan melawan al-Shabab.

Al-Shabab memiliki sejarah panjang menargetkan hotel-hotel yang diketahui sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah dan orang asing.

Tujuan utama kelompok militan itu adalah untuk menggulingkan pemerintah Somalia dan mendirikan pemerintahannya sendiri, berdasarkan interpretasi yang ketat terhadap hukum Islam.[]