News

Serangan Pasukan Nigeria Tewaskan 24 Gerilyawan Islam, Termasuk Anggota Boko Haram

Serangan Pasukan Nigeria Tewaskan 24 Gerilyawan Islam, Termasuk Anggota Boko Haram


Serangan Pasukan Nigeria Tewaskan 24 Gerilyawan Islam, Termasuk Anggota Boko Haram
Sebanyak 24 tersangka gerilyawan Islam tewas terbunuh oleh pasukan Nigeria dalam dua serangan di timur laut negara itu. (The Guardian)

AKURAT.CO, Sebanyak 24 tersangka gerilyawan Islam tewas terbunuh oleh pasukan Nigeria dalam dua serangan di timur laut negara itu. Tentara Nigeria melaporkannya pada Selasa (19/10), dengan menambahkan bahwa pasukan pemerintah berhasil menemukan sejumlah pucuk senjata. 

Nigeria terlibat dalam konflik berkepanjangan di mana selama lebih dari satu dekade, Boko Haram dan cabangnya Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) saling tempur dengan angkatan bersenjata pemerintah. Konflik ini terus menelan korban jiwa hingga laporan menyebut warga yang tewas mencapai setidaknya ratusan ribu orang.

Jutaan orang juga harus mengungsi gara-gara perang tersebut. Makin menambah ketegangan, konflik antara pemberontak dan angkatan bersenjata berhasil menyebar ke negara tetangga, seperti Chad dan Kamerun.

Hingga pada pekan ini, konflik antara keduanya kembali meletus. Komandan satuan tugas anti-pemberontakan, Mayor Jenderal Christopher Musa, membeberkan soal serangan di dekat kota Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno. Dikatakan dalam serangan di tempat itu, para tentara Nigeria telah membunuh  16 gerilyawan Boko Haram.

Musa juga mengatakan kepada Reuters bahwa selama pertemuan dengan para pemberontak, pasukan menyita dua truk senjata, dan salah satunya dihancurkan.

Lalu pada Senin (18/10) malamnya, juru bicara militer, Brigadir Jenderal Onyema Nwachukwu menambahkan bahwa pasukan dari operasi gabungan Nigeria dan Kamerun telah membunuh empat anggota ISWAP. Dikatakan pula, peristiwa terjadi saat para gerilyawan ISWAP menyerang pangkalan militer di Borno.

Presiden Muhammadu Buhari telah mengonfirmasi serangan. Buhari mengatakan bahwa pasukan keamanan Nigeria telah membuat keuntungan karena berhasil melawan gerilyawan di timur laut dan bandit bersenjata yang melakukan penculikan untuk tebusan dan membunuh ratusan orang di barat laut.

Sementara empat tersangka pemberontak lainnya dilaporkan tewas ketika truk mereka yang dilengkapi senjata anti-pesawat menabrak alat peledak rakitan, kata Nwachukwu.

Konflik baru itu terjadi tidak lama setelah pada pekan lalu, pemimpin ISWAP, Abu Musab al-Barnawi dilaporkan meninggal. Berita itu diungkap langsung oleh Kepala Staf Pertahanan Nigeria, Jenderal Lucky Irabor tanpa mengungkap lebih detail soal kapan atau bagaimana al-Barnawi bisa tewas. 

"Saya secara otoritatif dapat mengonfirmasi kepada Anda bahwa al-Barnawi sudah mati. Sesimpel itu. Dia sudah mati dan tetap mati," kata jenderal top Nigeria itu, pada Kamis (14/10) dikutip dari Al Jazeera hingga France24. []