Andi Rahmat, Pelaku Usaha

Andi Rahmat, Pelaku Usaha
Ekonomi

Serangan Inflasi

Wabah inflasi nampaknya akan menjadi menu berita perekonomian di hari-hari mendatang


Serangan Inflasi
Andi Rahmat, pelaku usaha (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Wabah inflasi nampaknya akan menjadi menu berita perekonomian di hari-hari mendatang. Sudah sepantasnya kita memberi perhatian yang lebih intensif terhadap persoalan ini.

Inflasi bukanlah situasi menakutkan. Dalam keadaan terkendali, inflasi merupakan insentif bagi perekonomian. Perangsang optimisme bagi pelaku ekonomi dalam meningkatkan kegiatan produksi. Pemberi bobot lebih bagi interaksi pertukaran barang dan jasa.

Namun inflasi menjadi tidak baik dan bahkan berbahaya bagi perekonomian manakala pergerakannya tidak terkendali. Merubah intensif menjadi disinsentif. Dalam skala yang paling berbahaya, inflasi bisa meruntuhkan sendi-sendi perekonomian. Keadaan ekstrem ini yang sering kita kenal dengan istilah Hyperinflation.

Mengapa kita perlu memberi perhatian serius pada keadaan inflasi disaat ini?. Jawabannya adalah karena pertanda ketidak-normalan variabel pembentuk harga yang kian menonjol akhir-akhir ini.

Peringatan banyak ekonom dan pelaku usaha terhadap persoalan ini makin banyak. Ketua The Fed, Bank Sentral Amerika, Jerome Powell dalam banyak kesempatan sudah menyampaikan soal ini. The Fed sendiri sudah melihat ini sebagai situasi perekonomian yang sudah pasti akan menjadi peristiwa harian hingga ke tahun depan.

Jack Dorsey, Pendiri Twitter, juga mengemukakan hal yang sama. Dalam Twitnya yang dimuat di CNBC (24/10/2021) malah menyebutkan kemungkinan terjadinya Hyperinflation. Terutama dalam perekonomian Amerika Serikat.

Pernyataan Jack Dorsey tidak bisa dianggap remeh. Mungkin kita tidak setuju dengan istilah hiperboliknya yang menakutkan itu. tapi kalau melihat lebih dekat kepada sumber-sumber inflatoirnya, kita pantas untuk seksama memperhatikan bagaimana itu akan berefek pada perekonomian kita.

Ada dua sumber kembar fundamental yang merupakan asal-muasalnya. Sumber pertama berasal dari kekacauan global pada jalur supply chain perekonomian. Sumber kedua berasal dari besarnya skala aksi moneter dan fiskal yang dilakukan oleh berbagai negara dengan perekonomian signifikan dalam menghadapi bencana pandemi Covid.

Satu saja dari kedua sumber itu yang tidak termitigasi secara bijak, sudah pasti akan berdampak inflatoir yang besar. Yang terjadi saat ini adalah keduanya makin nampak berkelindan membentuk tekanan ganda terhadap perekonomian. Disrupsi pada Jalur Suplai (Supply Chain) membuat input perekonomian menjadi mahal. Pada gilirannya akan memaksa Produsen untuk meningkatkan harga ditingkat konsumen. Jalur sederhana dan langsung inilah yang berbahaya. Dampaknya bersifat langsung, tanpa proses transmisi yang bertele-tele.