News

Peringatan 20 Tahun Serangan 11 September, Presiden Joe Biden Serukan Persatuan

20 tahun serangan 9/11.


Peringatan 20 Tahun Serangan 11 September, Presiden Joe Biden Serukan Persatuan
Peringatan 20 tahun Serangan 11 September. (twincities.com)

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mendesak warganya untuk terus menjunjung tinggi kesatuan ketika mengenang para korban dalam penyerangan 11 September 2001. Dalam sebuah video yang dirilis pada malam peringatan 20 tahun, Biden memberikan penghormatan kepada lebih dari 2.900  orang yang telah kehilangan nyawanya. 

“Kita memberikan penghormatan kepada semua yang telah mengorbankan nyawanya di menit, jam, bulan, dan tahun setelahnya. Berapa pun waktu yang telah berlalu, penghormatan ini membawa segalanya terasa begitu menyakitkan seperti ketika kamu mendengar berita tersebut beberapa detik yang lalu,” ucap Biden. 

Peringatan yang dimaksud nantinya akan digelar pada Sabtu (11/9) waktu setempat. Biden juga mengakui bahwa kekuatan lebih gelap dari sifat alami manusia seperti ketakutan dan amarah, penolakan, dan kekerasan terhadap Muslim Amerika terjadi setelah penyerangan tersebut. Namun, ia juga mengatakan bahwa persatuan tetap menjadi kekuatan terbesar AS. 

“Kita belajar bahwa persatuan adalah satu hal yang harusnya tidak pernah rusak,” tambahnya. 

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan bahwa serangan tersebut telah gagal mengganggu kepercayaan warga Inggris akan kebebasan dan demokrasi. Peringatan juga digelar oleh pemerintah Inggris di mana 67 korban dari serangan 11 September adalah warga Inggris. 

Biden dijadwalkan akan memimpin peringatan yang akan digelar pada Sabtu (11/9) dan akan mengunjungi tiga tempat kejadian penyerangan tersebut bersama ibu negara, Jill Biden. Nantinya, juga akan ada enam momen mengheningkan cipta seperti ketika dua kali serangan pada gedung World Trade Center dan sejumlah momen ketika Pentagon diserang dan Penerbangan 98 jatuh. 

Peringatan tersebut digelar ketika sang presiden menghadapi masa sulit di mana saat ini ia menghadapi kritik yang sangat kuat atas keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, yang juga sebagai tanda berakhirnya 20 tahun kehadiran AS di Afghanistan ketika pertama kali dilakukan sebulan setelah penyerangan 11 September. 

Presiden menyatakan bahwa seiring dengan penarikan militer tersebut, pasukan Taliban tidak akan bisa menduduki Afghanistan. Namun nyatanya, grup militan tersebut berhasil mengambil alih kekuasan di Afghanistan hanya dalam 10 hari. 

Sebelumnya, dalam penyerangan 9/11, empat pesawat jet komersil AS berhasil direbut kemudinya oleh empat orang militan Al-Qaeda dalam misi bunuh diri. Dua pesawat di antaranya menabrakkan diri ke menara kembar dari World Trade Center di New York. Satu pesawat lainnya jatuh ke Pentagon, tepat di luar ibu kota Negara AS, Washington DC. Sedangkan satu pesawat lainnya jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania setelah sejumlah penumpang jet tersebut berhasil melakukan perlawanan. []