Ekonomi

Seram! Bos Telegram Blak-blakan Bilang Video TikTok dan Netflix Bahayakan Otak

Pendiri Telegram Pavel Durov meminta kepada orang-orang agar meminimalisir layanan TikTok atau Netflix jika ingin tetap kreatif dan produktif


Seram! Bos Telegram Blak-blakan Bilang Video TikTok dan Netflix Bahayakan Otak
Pendiri Telegram Pavel Durov (Instagram/@paveldurov)

AKURAT.CO Pendiri Telegram Pavel Durov meminta kepada orang-orang agar meminimalisir layanan TikTok atau Netflix jika ingin tetap kreatif dan produktif.

" Untuk menjadi kreatif dan produktif, kita pertama-tama harus membersihkan pikiran kita dari konten tidak relevan dari banjir rekomendasi algoritma setiap hari. Jika kita ingin mendapatkan kembali kebebasan kreatif, pertama-tama harus memperoleh kembali kendali pikiran kita," ujar Pavel Durov.

Pavel Durov secara terbuka menyebut jika kedua platform TikTok atau Netflix justru membuat orang-orang tidak awas dalam berpikir. Terlebih TikTok atau Netflix bakal memicu otak memikirkan solusi dari masalah yang tidak ada.

"Dalam level dalam, otak kita jadi tidak bisa mengetahui fiksi dan realitas, jadi melimpahnya hiburan digital membuat pikiran bawah sadar kita sibuk membuat solusi pada permasalahan yang sesungguhnya tidak ada," kritik Durov tajam, melansir warta ekonomi.

Dalam postingan terbaru di channel Telegram resminya, Durov mengungkapkan jika kinerja otak manusia adalah yang paling kuat.

"Pikiran adalah alat kita yang paling kuat. Tak ada yang tidak bisa dilakukannya. Berdasarkan banyak studi, pikiran secara aktif menghasilkan ide baru bahkan saat kita beristirahat atau tak melakukan apapun. Sering kita punya solusi masalah sulit setelah tidur panjang di malam hari," tulis Pavel Durov.

Terlebih kondisi mental manusia bergantung pada kualitas informasi yang dimasukkan ke otak. Ini seperti bagaimana tubuh kita bergantung pada apa yang kita makan.

"Jika kita memupuk otak dengan data real life yang memungkinkannya menyelesaikan masalah-masalah fundamental, ia akan memproses data ini di latar belakang dan datang dengan solusi tidak terduga," lanjut Pavel Durov.

Pihaknya pun menyayangkan kebanyakan orang yang kini sudah mulai terjebak dan seakan terlena dengan layanan TikTok atau Netflix.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.