Entertainment

Septia Yetri Opani Tetap Jalani Ibadah Kurban Meski Tak Didampingi Putra Siregar

Putra Siregar masih mendekam di penjara atas kasus dugaan pengeroyokan kepada Nur Alamsyah


Septia Yetri Opani Tetap Jalani Ibadah Kurban Meski Tak Didampingi Putra Siregar
Septia Yetri Opani Tetap Jalani Ibadah Kurban Meski Tak Didampingi Putra Siregar (instagram/putrasiregarr17)

AKURAT.CO, Kasus dugaan pengeroyokan yang menjerat Putra Siregar dan Rico Valentino masih bergulir. Hingga kini, istri Putra Siregar, Septia Yetri Opani harus menjadi kepala keluarga sementara saat sang suami masih mendekam dipenjara.

Menjelang hari raya Idul Adha, bagi Septia perayaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ia harus tetap menjalankan kurban meski tanpa didampingi Putra Siregar. Septia mengaku tak ingin menghilangkan kebiasaan yang sudah dijalaninya bersama dengan sang suami.

"Iya berbeda dari (Idul Adha) tahun lalu. Tahun ini dia mau giveaway kurban katanya, ‘Bunda nanti giveaway hewan kurban ya buat followers bunda’. Makanya mau survey hewan qurban. Insha Allah lebih banyak dari tahun kemarin," ujar Septia usai menghadirkan sidang Putra Siregar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

baca juga:

"Mau bagi-bagi kambing, domba dan sapi," lanjutnya.

Ibu 2 anak itu mengaku merindukan kehadiran Putra Siregar.

"Sudah hampir tiga bulan ya suami saya mendekam di penjara. Penginnya kemarin cepat pulang, Idul Fitri udah enggak sama suami, anak aku ulang tahun enggak sama ayahnya, sekarang Idul Adha juga," tuturnya.

Namun Septia merasa senang saat banyak orang yang ingin membantu Ia dan Putra Siregar.

“Banyak banget ya, bahkan banyak yang nawarin bantuan seneng ya,” ucapnya.

Seperti diketahui, polisi menangkap dan menahan bos PS Store Putra Siregar dan pesohor Rico Valentino terkait kasus pengeroyokan terhadap salah satu warga berinisial N di sebuah kafe wilayah Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi di salah satu kafe kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada 2 Maret 2022.

"Saat peristiwa terjadi kedua tersangka tengah berada dalam kondisi minum dan peristiwa ini dipicu karena ada salah satu kawan perempuan di kelompok RV dan PS mendatangi meja korban. Entah apa yang dibicarakan ini masih dalam proses penyelidikan," kata Budhi saat konferensi pers, Rabu (13/4).

Atas perbuatannya Putra Siregar dan Rico Valentino didakwa dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP juncto Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pada sidang sebelumnya, Putra Siregar dan Rico Valentino tidak mengajukan eksepsi.[]