Olahraga

September: Tewasnya Haringga Sirila dan Sukses Besar Asian Games


September: Tewasnya Haringga Sirila dan Sukses Besar Asian Games
Persija Jakarta mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Haringga. ( PERSIJA JAKARTA/Twitter)

AKURAT.CO, September 2018 semestinya bisa menjadi bulan yang ceria bagi dunia olahraga Indonesia. Karena sederet event olahraga internasional baik di level asia maupun dunia berlangsung di sepanjang bulan kesembilan kalender masehi ini.

Yang mendapat sorotan paling besar tentunya adalah ajang Asian Games 2018. Berlangsung di Jakarta dan Palembang sejak 8 Agustus 2018, Asian Games yang berakhir pada 2 September 2018 telah berhasil menorehkan catatan luar biasa bagi dunia olahraga tanah air.

Bukan saja sukses menjadi tuan rumah, Indonesia juga mampu menorehkan catatan gemilang dengan menduduki posisi keempat dalam klasemen akhir perolehan medali di pesta olahraga terbesar se-Asia.

Indonesia berhasil mengumpulkan 98 medali yang 31 diantaranya adalah medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu. Bahkan Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu duduk di deretan sepuluh besar dalam ajang empat tahunan tersebut.

Dan bukan hanya prestasi, dalam hal penyelenggaraan Indonesia juga mendapat pujian dari berbagai negara, termasuk Dewan Olimpiade Asia (OCA), Ahmad Al-Fahad Al-ahmed Al-Sabah. 

September: Tewasnya Haringga Sirila dan Sukses Besar Asian Games - Foto 1
Pemberian Bonus kepada Atlet di Istana Negara. AKURAT.CO/Sopian

''Langit pun menangis karena sangat sedih, kami harus meninggalkan negaramu yang indah ini. Kalian akan selalu di hati,'' ungkap Ahmad dalam upacara penutupan Asian Games yang digelar 2 September 2018.

Tak hanya di negeri sendiri, Indonesia juga menorehkan catatan gemilang di sejumlah gelaran yang berlangsung di beberapa negara lainnya. Salah satunya adalah gelar juara yang berhasil diraih Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo di ajang Jepang Terbuka 2018.

Gelaran yang telah diselenggarakan sejak tahun 1977 tersebut, tahun ini berlangsung di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, mulai 11 hingga 16 September.

Sayangnya, The Minions kemudian gagal merebut gelar juara saat ikut di ajang China Terbuka 2018 beberapa hari berselang. Pasangan ganda putra terbaik dunia ini harus gugur di babak semifinal usai ditumbangkan pasangan asal China, Han Chengkai dan Zhou Haodong.

Namun Indonesia tetap mampu mengirimkan satu wakilnya di tangga juara. Anthony Sinisuka Ginting berhasil keluar sebagai jawara di nomor tunggal putra setelah menumbangkan wakil Jepang yang juga pemegang gelar jura dunia tunggal putra 2018, Kento Momota.

Luar biasanya, Anthony berhasil memastikan gelar juara dengan menumbangkan sejumlah pebulutangkis kawakan seperti Lin Dan yang merupakan juara dunia di edisi 2006, 2007, 2009, 2011 dan 2013. Kemudian juga ada nama Victor Axelsen yang merupakan pemegang gelar juara dunia 2017.

Chen Long yang merupakan pemegang gelar juara dunia di tahun 2014 dan 2015 juga menjadi salah satu nama kawakan yang mampu ditumbangkan Anthony pada gelaran China Terbuka tahun ini.

"Hal paling penting yang saya pelajari adalah dari Asian Games kemarin, saya mencoba untuk lebih menikmati permainan saya di lapangan. Kalau dari segi persiapan, yang paling berpengaruh adalah soal fisik saya. Kita tidak tahu bagaimana hasil undian kita di sebuah turnamen, jadi kalau dapat lawan yang berat terus, harus punya fisik yang prima untuk bisa sampai ke final dan juara," tutur Anthony.

Indonesia juga menorehkan sebuah catatan berharga dari dunia sepakbola. Meski tak bisa keluar sebagai juara, namun Tim Nasional Indonesia U-16 berhasil tampil cukup menjanjikan di ajang Piala Asia U-16 2018 yang berlagsung di Malaysia mulai 20 September 2018.

September: Tewasnya Haringga Sirila dan Sukses Besar Asian Games - Foto 2
Tim Nasional Indonesia U-16 saat berlaga di Piala Asia U-16 2018. TWITTER/PSSI.

Berada satu grup bersama India, Iran dan Vietnam, tim besutan Fakhri Husaini ini mampu keluar sebagai juara Grup C dengan tanpa sekalipun menelan kekalahan. Sayangnya perjuangan Garuda Muda – julukan Timnas U-16 – harus terhenti saat berhadapan dengan Australia di babak perempat final. 

Tak hanya tim sepak bola putra, para srikandi Indonesia juga sempat menunjukan tajinya di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2019 yang mengambil tempat di Kyrgyzstan pada 15 September 2018.

Beda nasib dengan tim putra, para srikandi Indonesia tak mampu lolos dari babak grup setelah hanya mampu mengantongi dua kemenangan dan harus menelan kekalahan di dua laga lainnya.

Meski demikian, hal ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Pasalnya para srikandi yang dipilih untuk memperkuat Timnas Sepakbola Wanita Indonesiater bilang dikumpulkan secara dadakan lantaran tidak adanya kompetisi berjenjang yang dikelola oleh Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Namun, semua catatan berharga Indonesia di berbagai cabang olahraga sepanjang September 2018 seakan harus tercoreng lantaran ulah segelintir suporter sepak bola nasional yang tega menghilangkan nyawa rivalnya dalam sebuah pertandingan kompetisi Liga 1 Indonesia yang mempertemuan dua tim kawakan, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Adalah Haringga Sirila yang harus meregang nyawa lantaran dikeroyok sejumlah oknum suporter Persib Bandung saat ingin menyaksikan tim kesayangannya berlaga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September 2018.

Peristiwa ini tak hanya mendapat sorotan dari berbagai pihak di Indonesia, namun sejumlah media asing juga secara khusus membahas soal tewasnya Haringga.

Persib Bandung kemudian dijatuhi sanksi larangan bermain di Pulau Jawa hingga musim kompetisi berakhir dan para tersangka pengeroyokan hingga saat ini masih menjalani proses hukum di pengadilan.

Tetapi sejumlah peristiwa besar di bulan September tak melulu berhubungan dengan Indonesia. Karena sejumlah catatan tak terlupakan juga lahir di sejumlah event internasional.

Salah satu yang cukup menguras perhatian adalah kesuksesan Naomi Osaka keluar sebagai juara Amerika Terbuka 2018. Osaka tercatat sebagai petenis asal Jepang pertama yang mampu memenangkan gelar Grand sSlam.

Di laga final Osaka berhasil mengalahkan mantan petenis wanita nomor satu dunia, Serena Williams.[]