Olahraga

September: Amerika Milik Thiem, Sepakbola Eropa Membuka Musim Baru

Dominic Thiem merebut gelar grand slam pertamanya di AS Terbuka 2020 dengan mengalahkan Alexander Zverev di New York.


September: Amerika Milik Thiem, Sepakbola Eropa Membuka Musim Baru
Petenis asal Austria, Dominic Thiem, dalam seremoni juara AS Terbuka 2020 di New York, AS, Minggu (13/9). (REUTERS/Danielle Parhizkaran)

AKURAT.CO, Tahun 2020 merupakan tahun terbaik bagi petenis asal, Austria Dominic Thiem. Petenis berusia 27 tahun tersebut berhasil menjuarai grand slam pertama dalam kariernya setelah menjadi kampiun Amerika Serikat Terbuka usai mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev di New York, Senin (14/9).

Kemenangan setelah melewati pertandingan lima set tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Thiem. Trofi Amerika Serikat Terbuka tersebut datang tepat sebelas hari setelah ia merayakan ulang tahun ke-27.

Gelar di Stadion Arthur Ashe menjawab rasa penasaran Thiem di tiga final grand slam sebelumnya yang gagal ia didapatkan. Sebelum meraih AS Terbuka, Thiem terlebih dahulu mendapat kesempatan ketiga dalam kariernya di Australia Terbuka pada Januari lalu, tetapi saat itu ia takluk dari Novak Djokovic di laga pamungkas.

Sebelum final di Australia, Thiem telah melewatkan dua gelar di Prancis Terbuka dalam dua tahun beruntun, yakni 2018 dan 2019. Dalam dua kesempatan tersebut dia kalah dari petenis yang sama, yaitu Rafael Nadal.

Meski berhasil membawa pulang gelar dari Amerika, kesuksesan yang sama tidak bisa diulang Thiem di Prancis Terbuka yang digelar dua pekan setelahnya. Di ajang permukaan tanah liat itu, langkah Thiem cuma sampai di perempat final akibat ditekuk oleh petenis asal Argentina, Diego Schwartzman.

Sementara itu, dari sepak bola, setelah melewati pramusim yang kacau akibat pandemi virus corona, kompetisi-kompetisi elite di Eropa kembali bergeliat pada bulan yang sama. Meski demikian, laga tetap berlangsung tanpa penonton dan berada di bawah pengawasan protokol yang ketat.

Kompetisi sepak bola Eropa terhenti sejak Maret lalu sebelum Bundesliga Jerman menjadi kompetisi pertama yang bisa menggelar laga pada Mei lalu. Sayang, pertandingan harus digelar tanpa penonton untuk merampungkan laga-laga sisa musim yang telah kacau.  

Jadwal yang telah kacau memaksa sisa laga musim 2019-2020 berlangsung dalam jadwal yang sangat padat. Kepadatan jadwal untuk menyelesaikan kompetisi musim lalu tersebut kemudian memberi dampak ke pramusim 2020-2021 bahkan ada tim yang tidak memainkan pramusim yang singkat itu.

Kendati demikian, musim 2020-2021 bisa bergulir sesuai dengan semua perencanaan. La Liga Spanyol dan Liga Inggris membuka kick-off bersamaan pada 12 September lalu, disusul oleh Serie A Italia sepekan kemudian. 

Dari La Liga Spanyol, pertandingan dibuka dengan laga antara Eibar menjamu Celta Vigo dan Granada menyambut kedatangan Athletic Bilbao di Stadion Nuevo Los Cármenes. Di waktu yang sama, Liga Inggris menggelar tiga laga di pekan pertama musim 2020-2021.

Salah satu dari tiga pertandingan tersebut adalah pertandingan antara juara bertahan Liverpool menjamu Leeds United di Anfield. Leeds yang berstatus tim promosi setelah 16 tahun absen di kasta tertinggi Inggris, tampil merepotkan tuan rumah dalam kekalahan dramatis dengan skor akhir, 4-3.

Berbeda dengan Eropa, sepak bola di Asia bernasib berbeda pada bulan yang sama. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) justru mengumumkan berita penundaan Piala Asia U-19 2020 yang seharusnya digelar di Uzbekistan pada Oktober lalu.

Penundaan itu dibuat AFC setelah melihat tidak ada kemungkinan menggelar acara di tengah situasi pandemi yang belum juga membaik. Ajang ini rencananya akan digelar pada Maret tahun depan di tempat yang sama, tetapi kepastiannya masih terus menjadi pertanyaan.[]