Lifestyle

Seperti Tukul Arwana, Yuk Waspada Gejala Pendarahan Otak

Pendarahan otak disebabkan oleh pecahnya pembuluh arteri di otak. Ini bisa menyebabkan perdarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel otak.


Seperti Tukul Arwana, Yuk Waspada Gejala Pendarahan Otak
Tukul Arwana saat ditemui di Kawasan Tendean, Kamis (6/9) (AKURAT.CO/ Camelia Rosa)

AKURAT.CO, Komedian Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan otak. Sang anak, Ega Prayudi, mengungkapkan jika Tukul sedang dalam penanganan dokter di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Melansir WebMD, pendarahan otak merupakan perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak, yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh arteri di otak. Kondisi ini menyebabkan perdarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel otak.

Jika pembuluh darah di otak bocor atau pecah dan menyebabkan pendarahan, maka terjadilah stroke. Kompresi dari pendarahan yang berlebihan mungkin sangat parah, sehingga darah yang kaya oksigen tidak dapat mengalir ke jaringan otak. Kekurangan oksigen di otak dapat menyebabkan pembengkakan, atau edema serebral.

Ada dua area utama di mana perdarahan dapat terjadi. Perdarahan dapat terjadi baik di dalam tengkorak tetapi di luar jaringan otak, atau di dalam jaringan otak. Berikut  jenis-jenis pendarahan otak berdasarkan pada lokasi pendarahannya: 

  • Perdarahan intraserebral: jenis perdarahan ini terjadi di dalam otak.
  • Pendarahan subarachnoid: pendarahan ini terjadi antara otak dan selaput yang menutupinya.
  • Perdarahan subdural:  ini terjadi di bawah lapisan dalam dan di atas otak.
  • Perdarahan epidural: perdarahan terjadi  antara tengkorak dan otak.

Penyebab pendarahan otak

Berikut Akurat.co uraikan beberapa penyebab umum pendarahan otak, Kamis, (23/9/2021): 

  • Trauma atau cedera kepala.
  • Aneurisma serebral, atau tonjolan yang melemah di arteri otak. Itu bisa pecah dan berdarah ke otak, menyebabkan stroke.
  • Tekanan darah sangat tinggi.
  • Kelainan pembuluh darah.
  • Darah atau gangguan pendarahan.
  • Penyakit hati.
  • Tumor otak.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang.

Kamu dapat mengurangi risiko pendarahan otak dengan: 

  • Kontrol tekanan darah.
  • Menurunkan kadar kolesterol.
  • Menurunkan berat badan berlebih.
  • Batasi alkohol dan berhenti merokok.
  • Makan makanan yang sehat.
  • Olahraga teratur.
  • Kontrol kadar gula darah jika menderita diabetes.

Sementara gejala pendarahan otak bisa bermacam-macam, tergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan, dan jaringan yang terkena.

  • Sakit kepala parah tiba-tiba.
  • Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya.
  • Kelemahan pada lengan atau kaki.
  • Mual atau muntah.
  • Kewaspadaan berkurang atau kelesuan.
  • Perubahan penglihatan.
  • Kesemutan atau mati rasa.
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan menulis atau membaca.
  • Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan.
  • Kehilangan koordinasi.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Indera perasa yang tidak normal.
  • Hilang kesadaran.

Sangat penting untuk mengenali gejala-gejala ini dengan cepat untuk memungkinkan pengobatan sesegera mungkin.[]

Sumber: Pendarahan otak