Lifestyle

Seperti Ibu Amanda Manopo, Ini Cara Penderita Diabetes Menjaga Kondisi Saat Terinfeksi Covid-19

Penderita diabetes lebih mungkin mengalami komplikasi yang lebih buruk saat terinfeksi virus apapun, termasuk corona.


Seperti Ibu Amanda Manopo, Ini Cara Penderita Diabetes Menjaga Kondisi Saat Terinfeksi Covid-19
Amanda Manopo di Kawasan Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (9/12) (AKURAT.CO/Agussalim)

AKURAT.CO, Duka tengah menyelimuti hati Amanda Manopo. Sang ibunda, Henny Manopo, meninggal dunia pada Minggu, (25/7/2021). Sebelum menghembuskan napas terakhir, Henny Manopo sempat dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19. Menurut manajer Amanda, sang ibunda memang memiliki komorbid atau penyakit penyerta diabetes. 

“Butuh ventilator juga sama monitor gitu. Mamanya juga kan ada penyakit bawaan,” ujar Ricco kepada awak media beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, 94 persen kasus kematian terjadi pada pasien yang terinfeksi virus, diikuti dengan sejumlah penyakit penyerta. Sementara sisanya, sekitar 6 persen kematian benar-benar disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2. Salah satu komorbid yang berbahaya adalah diabetes. 

Melansir dari diabetes.org, penderita diabetes lebih mungkin mengalami komplikasi yang lebih buruk saat terinfeksi virus apapun, termasuk Corona. Salah satu penyebabnya adalah kadar gula darah yang tinggi membuat sistem imun lemah dan sulit melawan infeksi.

Selain itu, infeksi virus juga dapat meningkatkan peradangan, atau pembengkakan internal, pada penderita diabetes.

Namun, risiko sakit parah akibat Covid-19 kemungkinan akan lebih rendah jika diabetes dikelola dengan baik.

“Penelitian telah melaporkan bahwa pasien dengan diabetes yang terkontrol dengan baik dan telah dirawat di rumah sakit karena Covid-19 memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Diabetes yang terkontrol dengan lebih baik juga dikaitkan dengan penanda peradangan yang lebih rendah, yang mungkin menjelaskan tingkat yang lebih baik ini,” kata Janaki Vakharia, MD, rekan klinis di Divisi Endokrinologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

“Selain itu, tren yang kami lihat dalam populasi diabetes untuk mereka yang paling berisiko untuk hasil COVID-19 yang parah adalah pasien lanjut usia," ujarnya. 

Untuk mencegah risiko komplikasi ketika mengalami diabetes Covid-19, penderita diabetes perlu segera mendapatkan vaksinasi. Menurut catatan Kementerian Kesehatan (kemenkes) RI, kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut atau masih terkontrol.

Cara untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19 

Dr. Vakharia menekankan perlunya mengikuti rekomendasi dari CDC untuk mengurangi risiko tertular COVID-19:

  • Menghindari kerumuman.
  • Menjaga kebersihan alias mencuci tangan dengan sabun dan air.
  • Menjaga jarak.
  • Menggenakan masker.

Penderita juga wajib mengelola diabetesnya dengan:

  • Menjaga gula darah pada tujuan dan mencegah fluktuasi gula darah.
  • Memperbaiki pola makan.
  • Berolahraga di rumah.
  • Memastikan bahwa penyakit penyerta lainnya, seperti hipertensi atau penyakit jantung, dirawat dengan tepat.

Apabila penderita diabetes dinyakan positif Covid1-9, maka hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Tidak panik dan segera konsultasikan dokter untuk mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan. Dokter akan memberikan rekomendasi sesuai dengan hasil pemeriksaan terhadap kondisi diabetes Covid-19.
  • Apabila menjalani isolasi mandiri, maka pasien wajib"
    • Konsumsi obat diabetes. Pastikan pula untuk tidak melewatkan jadwal minum obat.
    • Cek gula darah lebih sering, setidaknya setiap empat jam sekali, termasuk saat malam hari.
    • Minum banyak air putih dan hindari minuman manis.
    • Apabila mengalami sesak napas terus-menerus, dada terasa sesak seperti ditekan, atau wajah pucat, segera mints bantuan medis.[]