Ekonomi

Sepekan Pelarangan Ekspor CPO, Said Didu: Apakah Migor Sudah Turun?

Sepekan larangan ekspor CPO dan produk turunannya harga minyak goreng belum kunjung turun sesuai dengan HET sebesar Rp14 ribu per liter


Sepekan Pelarangan Ekspor CPO, Said Didu: Apakah Migor Sudah Turun?
Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Muhammad Said Didu (Facebook/ Muhammad Said Didu)

AKURAT.CO, Sepekan larangan ekspor CPO dan produk turunannya harga minyak goreng belum kunjung turun sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14 ribu per liter.

Mengutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Jumat (6/5/2022), minyak goreng kemasan bermerk 1 dibanderol Rp25.000 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerk 2 dibanderol Rp22.000 per kilogram, dan minyak goreng curah dibanderol Rp20.500 per kilogram.

Menanggapi hal ini, mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu mengatakan bahwa penanganan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng setidaknya sudah menghabiskan banyak biaya, namun minim realisasi.

baca juga:

"Bapak Presiden yth, kebijakan penanganan migor sdh : 1) sudah habiskan subsidi dan BLT sekitar Rp15 triliun. 2) kehilangan pendaparan negara sekitar Rp12 triliun per bulan 3) kehilangan perolehan ekspor sktr Rp22 triliun per bulan. Apakah dg kerugian tsb harga migor sdh turun ?," cuitnya dalam jejaring sosial Twitter.

Tanggapan Said Didu ini dibalas oleh netizen yang mendukung larangan ekspor minyak goreng, netizen tersebut mengatakan untuk jangan sampai kendor untuk menurunkan harga minyak.

" Lanjutkan larangan ekspor CPO dan turunannya Pak @jokowi. Jangan kasih kendor sedikitpun sampai mafia yang juga sebagai pengusaha bertekuk lutut dan menurunkan harga migor," cuit @AbdulAzizlatte.

Said Didu kemudian membalas komentar dari netizen tersebut, karena pelarangan ekspor itu hanya menghalangi pendapatan negara dan tidak membawa untung apa-apa.

"Lanjutkan? Ekspor CPO itu sekitar 60 persen menjadi pendapatan negara," cuit Said.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melarang sementara ekspor bahan baku dan produk minyak goreng ke luar negeri.