News

Sepekan Diintai, Buronan Pemalsuan Bon Pembelian Minyak Dibekuk di Kontrakannya

Meliani masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Pematangsiantar sejak 2019 silam.


Sepekan Diintai, Buronan Pemalsuan Bon Pembelian Minyak Dibekuk di Kontrakannya
Buronan atas nama Meliani (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Buronan perkara pemalsuan surat kuasa dan bon pembelian minyak atas nama terpidana Meliani (52) tak berkutik saat Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menangkapnya.

Meliani masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Pematangsiantar sejak 2019 silam.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara Nomor 1463/Pid/2019/PT.MDN tanggal 13 Januari 2020 yang mengubah putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar No. 342 PID/B/2018/PN-PMS tanggal 5 November 2019, Meliani selaku Manager SPBU PT TPS Jl DI Panjaitan Pematangsiantar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pemalsuan Surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 (1) KUHPidana. Dengan kerugian sebesar Rp7,3 miliar.

baca juga:

“Oleh karenanya terpidana Meliani dijatuhi hukuman pidana penjara selama lima tahun,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).

Sebelumnya, lanjut Leo, pada putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Meliani diputus pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan, namun Melani tidak terima dan melakukan upaya hukum banding, tetapi pada tingkat banding, Hakim menyetujui dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan memperberat hukuman terhadap terpidana.

Meliani diamankan di rumah kontrakannya yang berada di Jl Panglima Denai Gang Astara Kecamatan Medan Amplas setelah dilakukan pemantauan oleh Tim Tabur selama satu minggu dan dipastikan keberadaan terpidana di Medan, Tim segera melakukan pengamanan.

“Saat dilakukan pengamanan oleh Tim Tabur, terpidana tidak melakukan perlawanan,” ujar Leo.

Selama dalam pelarian, Meliani melakukan perjalanan Riau-Medan dan sebaliknya dikarenakan terpidana memiliki dua orang anak, di mana satu orang anak tinggal di Riau dan satu orang anaknya berkuliah di Medan.

Setelah berhasil diamankan, Meliani selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar untuk dilakukan eksekusi oleh Jaksa Eksekutor berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Nomor: 42 / N.2.12 / Ep.2 / 05 / 2020 tanggal 27 Mei 2020 guna menjalani putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

“Melalui program Tabur Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tegas Leo. []