Tech

Sepanjang 2019, Ada 2.300 Kasus Social Engineering Berujung Penipuan Online


Sepanjang 2019, Ada 2.300 Kasus Social Engineering Berujung Penipuan Online
Ilustrasi fasilitas favorit konsumen Indonesia ketika belanja online di tahun 2020 (Unsplash)

AKURAT.CO Polda Metro Jaya menyebut ada sekitar 2.300 kasus social engineering yang berujung pada kasus penipuan online sepanjang 2019. Pelaku berupaya mendapatkan akses ilegal ke dalam rekening bank atau dompet digital korbannya.

Kata Kanit II Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Dhany Aryanda, mengungkapkan jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan kasus di sub direktorat lainnya.

"Dibandingkan subdit lainnya, angka ini ekstrem. Kita ada lima sub direktorat, dalam setahun rata-rata sekitar 100 laporan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/1/2020), di Jakarta.

baca juga:

Setiap tahun angka laporan mengenai Social Engineering yang berujung penipuan online tersebut mengalami peningkatan, dengan nilai kerugian yang berbeda di setiap kasus.

"Bahkan ada satu kasusnyang terkena SIM Swap, terkoneksi dengan tujuh kartu kredit korban. Bisa dibayangkan kerugiannya, apalagi kalau unlimited" kata Dhany.

Dhany mengaku pihaknya bekerjasama dengan semua pemangku kebijakan agar bisa mendapatkan data dan melacak pelaku. Pasalnya kepolisian tidak memiliki wewenang untuk mengelola dan menyimpan data pengguna layanan.

"Karena kita analisa lewat data itu,"ungkapnya. "Kami kerja sama untuk mendeteksi pelaku," tambah Dhany.[]