Olahraga

Sepakbola Desak Bos Facebook-Twitter Hentikan Pelecehan di Media Sosial

Bos Facebook Mark Zuckerberg dan bos Twitter Jack Dorsey diminta menciptakan regulasi lebih ketat terhadap pelecehan rasial di platform mereka.


Sepakbola Desak Bos Facebook-Twitter Hentikan Pelecehan di Media Sosial
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di sidang Komite Jasa Keuangan House di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Rabu (23/10/2019) waktu setempat. Dalam sidang yang berlangsung selama hampir enam jam tersebut, anggota Kongres menanyai Zuckerberg terkait proyek mata uang digital milik media sosial Facebook, yakni Libra. Zuckerberg kerap meyakinkan anggota Kongres bahwa pihaknya tidak akan meneruskan proyek cryptocurrency itu tanpa persetujuan dari seluruh regulator keuangan Amerika. (REUTERS/Erin Scott)

AKURAT.CO, Sejumlah pemimpin otoritas sepakbola dunia semakin mengerucutkan tuntutan mereka terhadap tindakan media sosial untuk bertanggungjawab atas pelecehan rasial yang menyebar melalui platform mereka. Sejumlah lembaga langsung menegur bos Facebook Mark Zuckerberg dan bos Twitter Jack Dorsey.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, sejumlah pemimpin lembaga sepakbola telah menandatangani surat bersama terhadap Zuckerberg dan Dorsey atas praktik pelecehan rasial yang terjadi selama ini melalui media sosial.

Lembaga tersebut di antaranya adalah Liga Primer Inggris, Federasi Sepakbola Inggris, English Football League Championship, Kick it Out, lembaga liga wanita, serikat para manajer dan pemain, serta lembaga wasit.

“Kami melakukan banyak pertemuan dengan eksekutif Anda dalam beberapa tahun terakhir tetapi nyatanya platform Anda tetap ramah dengan pelecehan,” tulis surat tersebut.

“Kelambanan Anda telah menciptakan kepercayaan bahwa di dalam pikiran para pelaku tanpa identitas bahwa mereka tak terjangkau. Arus pesan diskriminatif dan rasis tanpa lelah mengisi mereka (media sosial) mereka sendiri: semakin ditoleransi oleh Twitter, Facebook, dan Instagram, platform dengan miliaran pengikut, semakin itu menjadi normal, perilaku yang bisa diterima.”

Tuntutan ini semakin menguat setelah beberapa hari terakhir sejumlah pemain di Liga Primer Inggris menerima pelecehan seksual melalui media sosial. Di antaranya adalah pemain Manchester United, Axel Tuanzebe, Lauren James (MU Putri), serta Anthony Martial.

Salah satu regulasi yang diminta oleh otoritas sepakbola adalah identitas jelas untuk setiap pengguna platform media sosial. Dengan demikian, setiap pelanggaran bisa dilacak dan langsung dijatuhi tindakan untuk menekan laju pesan berisi pelecehan.

“Semua pengguna harus menjadi subyek untuk proses perbaikan verifikasi yang (hanya) jika diminta oleh peraturan perundang-undangan) mengizinkan untuk identifikasi akurat orang di balik akun (bersangkutan),” tulis surat tersebut.

“Kami mencatat (bahwa) jaminan saat ini dari Facebook adalah standar mesti diperketat, tetapi organisasi Anda jauh dari kebutuhan untuk menjalankan perubahan. Kami meminta pertemuan dengan organisasi Anda untuk mendiskusikan bukti pelecehan di platform Anda, tindakan yang Anda ambil, dan bagaimana Anda merancang langsung ke pemecahan masalah yang disampaikan surat ini.”[]