News

Sepak Terjang Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang Terjaring OTT KPK

Novi adalah Bupati dikenal sosok religius dan berintegritas.


Sepak Terjang Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang Terjaring OTT KPK
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat

AKURAT.CO, Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri menangkap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat cukup mengejutkan. Apalagi Novi adalah Bupati yang dikenal sosok religius dan berintegritas.

Informasi yang dihimpun AKURAT.CO dari beagai sumber menyebutkan, Novi merupakan Bupati Nganjuk periode masa jabatan 2018-2023. Novi yang berpasangan Marhaen Djumadi berhasil menjadi pemenang Pilbup Nganjuk 2018 dengan mengantongi 303.195 suara. Keduanya diusung oleh PDIP, PKB dan Partai Hanura.

Novi adalah pria kelahiran Nganjuk, 2 April 1980. Dia merupakan lulusan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Islam Balitar pada 2005. Kemudian, Novi melanjutkan pendidikan magister dengan mengambil Studi Magister Manajemen di Universitas Islam Kadiri pada 2006.

Sebelum menjadi kepala daerah, dia tercatat pernah menduduki jabatan tinggi di perusahaan bidang properti hingga sawit. Dikutip dari situs eks Menteri BUMN Dahlan Iskan, www.disway.id, Novi disebut sosok Bupati Muda yang relegius, dan juga sukses di dunia bisnis. Dia disebut mempunyai 36 perusahaan, yang semua dirintis sejak masih duduk di bangku SMA. 

Sederet organisasi dilakoni Novi Rahman. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia Kediri sejak 2010 hingga 2015. Dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara di PBI Kediri. 

Karir Novi Rahman cukup moncer sebagai pengusaha. Novi tercatat pernah menjadi Kepala Wilayah KSP Tunas Artha Mandiri Jawa Timur (2003-2005); Direktur HRD KSP Tunas Artha Mandiri (2005-2007); Direktur Utama Tunas Artha Mandiri (2007-2016).

Novi juga pernah menjabat sebagai Komisaris Bidang Pengembangan Bisnis PT Tunas Terafulk Line (2010-2018); Ketua Umum KSU Kembang Wijaya Kusuma (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Real Estate (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Plastik (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Sawit (2011-2018); serta Direktur Utama PT Putra Mandiri Jaya (2006-2018). 

Itulah sederet prestasi Novi Rahman Hidayat. Namun kini Novi harus jadi pesakitan pasca terjaring OTT KPK. []