News

Seolah Bela M Taufik, Riza Patria Singgung Tugas MKP Gerindra

Seolah Bela M Taufik, Riza Patria Singgung Tugas MKP Gerindra
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkesan berpihak kepada Mohamad Taufik yang dipecar Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra sebagai kader.

Riza mengatakan, pemecatan terhadap kader partai merupakan wewenang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Kewenangan itu tidak dimiliki Majelis Kehormatan Partai (MKP) yang beberapa hari lalu mengumumkan pemecatannya. 

MKP, kata Riza, hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kepada DPP Partai Gerindra. 

baca juga:

"Nanti yang punya hak keputusan adalah DPP, sedangkan MKP hanya memberikan rekomendasi. Adapun kami di DPD akan patut dan taat pada keputusan partai dalam hal ini DPP," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Karena itu, status politisi senior yang juga mantan Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik masih menjadi kader sah partai berlambang kepala burung garuda itu. Sebagai Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, hingga kini dia belum menerima surat resmi dari DPP terkait status Taufik. 

"Pak Taufik sampai detik ini masih kader Partai Gerindra belum ada keputusan lain dari DPP. Sampai hari ini memang belum diputuskan oleh DPP keputusannya apa atas rekomendasi dari MKP," ujar Riza.

Meski begitu, dia berharap komunikasi antara dirinya dengan Taufik tetap terjaga apapun keputusan DPP Partai Gerindra nantinya. Sebab, Taufik merupakan figur berjasa membesarkan Partai Gerindra selama belasan tahun memimpin partai itu di Jakarta. 

"Pak Taufik kan juga pendiri partai, kemudian ketua DPD selama 13 tahun, ke depan apapun nanti keputusannya, kami harap terus komunikasi dan berhubungan dengan baik, apalagi Pak Taufik ikut membantu membesarkan Partai Gerindra," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, politisi senior Partai Gerindra Mohamad Taufik dipecat sebagai kader oleh Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra. Namun, Taufik mensinyalir MKP tak miliki kewenangan memecat kader. Jadi, kata dia, harusnya, surat pemecatannya datang dari DPP Partai Gerindra. 

"Jangan keliru memecat. Mekanismenya MKP itu bersidang, kemudian majelis itu merekomendasikan kepada DPP, misalnya saya dipecat atau apa. Tergantung DPP, mau mecat atau apa, gitu loh. Jadi nggak bisa MKP," katanya pada Selasa (7/6/2022).[]