Ekonomi

Sentil Penugasan BUMN, Komisi VI: Karena Dipaksa Mau Tak Mau Mereka Berdarah-Darah!

Nusron Wahid menilai BUMN lebih setuju dan senang pendekatan bisnis murni, tidak mau melaksanakan PMN penugasan


Sentil Penugasan BUMN, Komisi VI: Karena Dipaksa Mau Tak Mau Mereka Berdarah-Darah!
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Nusron Wahid. ()

AKURAT.CO, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Nusron Wahid menilai BUMN terbebani dengan sejumlah penugasan yang diberikan, meskipun perusahaan pelat merah itu mendapatkan penyertaan modal negara (PMN).

Menurutnya, BUMN akan lebih senang apabila melakukan aksi korporasi yang murni secara bisnis.

"Saya paham betul kalau teman-teman BUMN dikasih kesempatan memilih, mereka lebih setuju dan senang pendekatan bisnis murni, tidak mau melaksanakan PMN penugasan," jelas Nusron saat rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Nusron menyebut penugasan pemerintah seharusnya jangan dibebankan kepada BUMN, melainkan menjadi tanggung jawab kementerian teknis. Katanya, BUMN tak perlu menjadi investor, melainkan cukup sebagai kontraktor dalam setiap penugasan pemerintah. 

"Ini seharusnya lebih masuk dan lebih simpel seandainya proyek (penugasan) ini dilakukan dalam bentuk pendekatan proyek pemerintah seperti dilakukan Kementerian PUPR atau kementerian lain," lanjutnya.

Nusron meyakini skema ini akan lebih menguntungkan dan menyehatkan kondisi perusahaan ketimbang harus menjadi investor dan menggarap setiap penugasan pemerintah. 

"Karena ini dipaksa untuk melaksanakan investasi, maka mau tidak mau mereka berdarah-darah, banyak mereka berpuasa, sebetulnya dari sisi pekerjaan untung, tapi akibat investasi jadi rugi," tegasnya.

Kendati begitu, Nusron mengaku mendukung pemberian PMN yang diberikan kepada BUMN untuk menunaikan tugas negara dalam sejumlah pembangunan strategis.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo juga mengakui bahwa kondisi perusahaan pelat merah di sektor konstruksi saat ini tengah mengalami kesulitan keuangan.