Lifestyle

Sensasi Fashion Batik Di Atas Ketinggian 35ribu Kaki

Sensasi Fashion Batik Di Atas Ketinggian 35ribu Kaki
Potret fashion show Batik Air di atas ketinggian 35.000 kaki (Batik Air)

AKURAT.CO Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Maskapai Batak Air menyelenggarakan Fashion Show di ketinggian 35.000 kaki bertemakan Ikon Kebanggaan Indonesia, sebagai kontribusi dalam mengapresiasi semua karya batik yang begitu luar biasa.

Rangkaian Fashion Show 35.000 kaki ini diperagakan oleh awak kabin terbaik dari Batik Air, antara lain Aya Chandra, Lielian Prescilla, Putra Bagus Maulana, Shinta Yuliasmi, Tiffani Pricilia, PutriAndriani, Paramita Kisstyaning, Naomi Gracia Caroline, Aqda Andela, Sheibyna Kinka, Muhammad Al Rasyad dan Kholisatun Nasiroh.

Fashion Batik Di Atas Ketinggian 35ribu Kaki - Foto 1
Batik Air Potret fashion show Batik Air di atas ketinggian 35.000 kaki Batik Air

Momentum fashion show 35.000 kaki bertepatan peluncuran Batik Air menambah rute baru tujuan Samarinda dan Pekanbaru dan frekuensi terbang ke Medan Kualanamu (KNO), Surabaya (SUB) danYogyakarta Kulonprogo (YIA) dari Jakarta - Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).

baca juga:

Batik Air mengusung filosofi kaya makna dari Indonesia pada show ini, yang memerlukan pemusatan pikiran (konsentrasi dalamberoperasi), kesabaran dan kebersihan jiwa (segenap hati melayani) serta nilai historis karya anak bangsa. 

Sebagai kualitas seni dan menggambarkan potensi kekayaannusantara, batik tercermin pada logo, corak pesawat (livery) serta balutan seragam awak kabin.

Pada kesempatan Fashion Show 35.000 kaki “Ikon Kebanggan Indonesia”, awak kabin memperagakan motif batik daerah, bagian mempopularkan yang mewakili kota tujuan Batik Air.

Fashion Batik Di Atas Ketinggian 35ribu Kaki - Foto 2
Batik Air Potret fashion show Batik Air di atas ketinggian 35.000 kaki Batik Air

Luwuk

Tenun Nambo menjadi kebanggan dari Kabupaten Banggai yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan diunggulkan dalam trend centre ethic daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Motif batik terdiri Batara Guru (makna kemakmuran), Sawerigading (berjiwa petualang, mengembangkan diri dan berfikir untuk kemajuan), We Cudai (karakter melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan), I La Galigo (semangat pelopor, pemimpin, pekerja keras danmandiri).