Entertainment

Senpi Disimpan di Brankas, Askara Parasady Ganti Kuncinya Dua Minggu Sekali

Askara membeli senpi yang tak berizin dan dalam keadaan rusak


Senpi Disimpan di Brankas, Askara Parasady Ganti Kuncinya Dua Minggu Sekali
Perjalanan cinta Nindy Ayunda dan Askara Prasady Harsono (Instagram/nindyparasadyharsono)

AKURAT.CO, Terdakwa Askara Parasady Harsono mengakui telah memiliki senjata api (senpi) yang tak berizin dan sengaja disembunyikan, agar istrinya tidak mengetahui. 

Suami Nindy Ayunda itu membeli senpi yang sudah dalam keadaan rusak saat ditawarkan oleh penjual. 

Hal tersebut disampaikan Askara saat menjalani sidang lanjutan perkara kepemilikan senjata api ilegal dan penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (3/5/2021).

Askara mengaku senpi yang dibelinya melalui online itu disimpan di dalam brankas yang ada di kamar.

"Nggak pernah (dikeluarkan), setelah saya beli (senjata api) saya taruh di brankas di dalam kamar," kata Askara dalam sidang yang digelar secara virtual.

Askara memastikan Nindy tidak tahu kalau dirinya menyimpan senpi di brankas. Ia merasa Nindy pun tidak bisa membuka brankasnya karena kunci selalu diganti.

"Kunci (brankas) saya ganti setiap dua Minggu," ujar Askara dalam kesaksiannya.

Dalam sidang kali ini, Askara mengaku tak berniat memakai senjata dan hanya menyimpannya sebagai koleksi atau pajangan.

Di dalam persidangan, Askara mengungkapkan kalau senpi yang dia beli dari website secara ilegal. Barang itu dibeli dalam keadaan rusak. 

Namun, Majelis Hakim tak percaya dan membantah keterangan terdakwa karena menurut saksi ahli, senjata itu masih bagus dan aktif.

Atas perbuatannya, Askara didakwa dengan Pasal 62 Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika subsider pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, dia juga didakwa dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. 

Sidang berikutnya akan digelar lada Kamis, 6 Mei 2021 mendatang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).[]