News

Sempat Yasinan Bareng, Puluhan Warga Sleman Positif COVID-19

Beberapa pasien menjalani isolasi mandiri


Sempat Yasinan Bareng, Puluhan Warga Sleman Positif COVID-19
Proses evakuasi sejumlah pasien di Ngrangsan ke Rusunawa Gemawang, Jumat (11/6/2021). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Puluhan warga di Ngrangsan, Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY dinyatakan positif COVID-19. Sebagian besar dari mereka sebelumnya sempat menghadiri acara yasinan.

Lurah Selomartani Nur Hidayati menjelaskan, puluhan kasus ini diketahui seusai ada tiga warga di Ngrangsan dibawa ke rumah sakit akhir Mei 2021 silam. Ketiganya mendapatkan penanganan medis selama beberapa hari termasuk salah satunya tes PCR.

Sebelum hasil tes PCR tersebut diumumkan, satu di antara mereka meninggal dunia. Dua pasien lain yang juga masih satu keluarga dengan pasien meninggal sementara melanjutkan perawatan di rumah sakit sampai hari ini.

Kemudian, pihak keluarga almarhum menggelar acara yasinan mengundang kerabat dan tetangga pada 2 Juni 2021. Persoalannya, sehari berselang hasil tes PCR ketiga pasien keluar dan menyatakan mereka positif terpapar COVID-19.

"Padahal, semalamnya sudah yasinan," kata Nur dijumpai di Balai Desa Selomartani, Sleman, Jumat (11/6/2021).

Tracing atau penelusuran kontak menyasar para peserta yasinan yang dilakukan secara bertahap akhirnya mendapati total 35 kasus tambahan. Sehingga, secara kumulatif ada 36 kasus di Ngrangsan per hari ini.

"Mereka satu RW, tapi beda-beda RT. Yang ditracing kan hampir semua, tapi yang positif yang ikut yasinan," papar Nur.

Menurut Nur, beberapa pasien menjalani isolasi mandiri. Sementara sebagian dipindah ke Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Rusunawa Gemawang, Mlati.

Nur mengatakan, pihaknya juga meminta agar pasien dengan gejala berat untuk dipindah ke rumah sakit guna menghindari kemungkinan terburuk. "Tapi, untuk saat (pasien tambahan) ini nggak ada yang bergejala berat," tambahnya.

Lebih jauh, Nur berujar jika proses tracing di lingkungan tersebut sudah selesai. Satgas COVID-19 setempat saat ini menerapkan pembatasan kegiatan di kawasan Ngrangsan.

"Nggak lockdown, tapi pembatasan," tandasnya. []