Ekonomi

Sempat Sentuh Jalur Bahaya, IHSG Mencoba Putar Balik ke Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik di awal perdagangan Rabu (23/6/2021)


Sempat Sentuh Jalur Bahaya, IHSG Mencoba Putar Balik ke Zona Hijau
Seorang karyawan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat 20 poin atau 0,3 persen dibanding penutupan kemarin. IHSG pun kembali mencetak rekor baru di level 6.680, kendati investor asing mencatatkan jual bersih pada perdagangan hari ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik di awal perdagangan Rabu (23/6/2021). Pukul 9.05 WIB, IHSG menguat 0,39% ke 6.109.

Investor asing mencatat net sell Rp55 miliar di seluruh pasar. 

Adapun hingga jelang pukul 10.00 WIB, IHSG masih mampu pada kisaran level 6.093,199. Setelah sebelumnya sempat merah.

Secara teknikal IHSG menguat kembali uji resistance bearish trendline sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.

IHSG (+1.53%) naik 91.59 poin ke level 6.087.84 setelah alami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Investor terlihat memanfaatkan momentum koreksi yang cukup dalam sejak pekan lalu.

Indeks sektor kesehatan dan transportasi memimpin pelemahan disaat mayoritas indeks menguat cukup tinggi seperti properti, keuangan dan industri.

" Investor asing melakukan aksi penjualan bersih Rp472.42 miliar diseluruh pasar," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Indeks saham di Asia mayoritas menguat dipimpin oleh indeks Nikkei (+3.12%), TOPIX (+3.16%) dan CSI300 (+0.62%) yang naik tajam setelah terkoreksi diawal pekan. Indeks berjangka AS menguat terbatas karena investor mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi terhadap kekhawatiran inflasi menjelang kesaksian dari ketua the Fed nanti malam.

Bursa Eropa dibuka bevariasi dengan saham FTSE (+0.29%) naik disaat Eurostoxx (-0.18%), DAX (-0.21%) dan CAC40 (-0.05%) turun. Kenaikan saham energi mengimbangi penurunan saham teknologi, sementara kontrak AS stabil setelah lonjakan terbesar Indeks S&P 500 dalam sebulan.

" Selanjutnya investor akan menanti hasil kesaksian Jerome Powell pada sidang subkomite DPR tentang pinajamn darurat pandemi the Fed dan Program Pembelian Aset," jelasnya.

Adapun indikator stochastic bergerak terkonsolidasi dan MACD yang bergerak flat diarea middle oscillator. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6052-6142.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACST, AKRA, ASII, ASRI, BBNI, BBTN, HMSP, HOKI, JPFA, TINS, WTON," tandasnya.

Sekadar informasi, IHSG menguat 1,51% atau 90,698 poin ke level 6.086,951 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/6/2021).

Terdapat 321 saham naik, 182 saham turun, dan 120 sham stagnan. Total perdagangan 10,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp6,9 triliun.

Aksi jual investor asing di pasar reguler, net sell asing Rp199,937 miliar dan Rp253,262 miliar keseluruhan market.[]