Ekonomi

Sempat Naik, Harga Cabai Rawit di Sangihe Sudah Turun

Harga cabai rawit di pasar tradisional Towo Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara yang sempat melambung sudah turun kembali


Sempat Naik, Harga Cabai Rawit di Sangihe Sudah Turun
Pedagang memilah cabai rawit merah yang dijajakannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (15/1/2020). Menurut pedagang, harga cabai di wilayah Jakarta mengalami kenaikan secara variatif seperti cabai keriting dari Rp55 ribu menjadi Rp70 ribu per kg dan cabai rawit merah dari Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu per kg. Hal tersebut terjadi karena minimmya pasokan dari petani akibat tingginya curah hujan. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO, Harga cabai rawit di pasar tradisional Towo Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara yang sempat melambung hingga Rp120 ribu pada April dan Mei, saat ini sudah turun dari harga sebelumnya Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

"Harga cabai rawit hari ini sudah turun Rp20 ribu menjadi Rp60 ribu dari harga sebelumnya Rp80 ribu per kilogram," kata penjual cabai di pasar Towo Tahuna, Agus Kansil Selasa, (8/6/2021).

Menurut dia, harga cabai Rp60 ribu per kilogram baru terjadi pada akhir Mei 2021 karena harga beli di Manado juga sudah turun.

Selain cabai, harga tomat juga sudah turun dari Rp16 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk cabai keriting hari ini di jual dengan harga Rp40 ribu per kilogram

Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih sampai saat ini masih tetap normal.

"Harga bawang putih Rp35 ribu per kilogram dan bawang merah Rp36 ribu per kilogram," kata dia.

Dia berharap, harga kebutuhan masyarakat kembali menjadi normal agar bisa dijangkau oleh masyarakat umum.

"Kami berharap harga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sangihe khususnya kota Tahuna," pungkasnya. []

Sumber: ANTARA