Ekonomi

Sempat Murka Hingga Akhirnya Foto Bareng, Ini Wejangan Bamsoet ke Sri Mulyani

Beberapa waktu lalu muncu kritik dari pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati


Sempat Murka Hingga Akhirnya Foto Bareng, Ini Wejangan Bamsoet ke Sri Mulyani
Sri Mulyani Foto Bareng Bamsoet (Instagram/@smindrawati)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu publik diramaikan dengan munculnya kritik dari pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam pernyataannya kepada awak media pada Selasa, 30 November 2021, ia bahkan meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Sri Mulyani

Fadel Muhammad menyatakan anggaran belanja MPR untuk tahun 2022 kurang memadai. Namun Menkeu justru melakukan pemotongan anggaran MPR.

Pasalnya pimpinan MPR saat ini sudah bertambah jumlahnya dari 4 orang jadi 10 orang.

Di samping soal anggaran, Fadel Muhammad juga menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani absen rapat dengan MPR setidaknya dua kali. Karena itu, ia meminta Presiden Jokowi mencopot Sri Mulyani karena tak menghormati lembaganya.

Dalam hal ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo turut buka suara. Berbeda dengan koleganya yang meminta Jokowi mencopot Sri Mulyani, Bamsoet hanya meminta Menteri Keuangan agar menghargai hubungan antar lembaga tinggi negara.

Menurut Bamsoet, Sri Mulyani beberapa kali tidak datang memenuhi undangan rapat pimpinan MPR dan Badan Penganggaran MPR, tanpa adanya alasan yang jelas. Padahal, ia mengatakan kehadiran Menkeu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi dengan MPR.

Sebagai Wakil Ketua MPR RI yang mengkoordinir Badan Penganggaran, kata Bamsoet, Fadel Muhammad merasakan betul sulitnya berkoordinasi dengan Sri Mulyani.

"Dua hari sebelum diundang rapat, dia selalu membatalkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani tidak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara," tegas Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 November 2021.

Bamsoet mengatakan beberapa kali Badan Anggaran MPR RI juga mengundang Sri Mulyani rapat untuk membicarakan refocusing anggaran penanggulangan Covid-19. Tetapi setiap diundang, Sri Mulyani kerap tidak hadir.

"Padahal, MPR senantiasa mendukung berbagai kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional," ujar Bamsoet.

Sri Mulyani menjelaskan alasan tak datang rapat MPR dua kali karena bersamaan dengan rapat internal dengan Jokowi dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

"Undangan (rapat) dua kali, yaitu 27 Juli 2021 bersamaan dengan rapat internal Presiden sehingga kehadiran di MPR diwakilkan Wakil Menteri Keuangan. Tanggal 28 September 2021 bersamaan dengan rapat Banggar DPR membahas APBN 2022, di mana kehadiran Menkeu wajib dan sangat penting. Rapat dengan MPR diputuskan ditunda," terangnya.

Usai kisruh tersebut, terekam momen bersama antara Sri Mulyani dan Bamsoet dalam sebuah foto.

Momen itu diunggah oleh Sri Mulyani dalam Instagram resminya. Tentu mereka tidak hanya foto berdua, ada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BKPM/Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Selfie ini beribu makna..," kata Sri Mulyani sambil menyematkan emoticon tertawa, Jumat (3/12/2021).

"Pak Airlangga mengajak selfie saya dan pak @luhut.pandjaitan, pak @bambang.soesatyo, dan pak @bahlillahadalia," lanjutnya.

Dengan foto bareng dengan Sri Mulyani, Bamsoet menyebut dalam momen itu Sri Mulyani dan Bamsoet akan bertemu dalam forum resmi.

Namun pertemuan tersebut bukan membahas terkait anggaran, melainkan meningkatkan sinergitas antara MPR RI dengan Kementerian Keuangan.

"Kita hargai kesediaan Menteri Keuangan hadir ke MPR RI untuk berdiskusi tentang banyak hal. Mengingat berbagai polemik yang terjadi belakangan ini antara Kementerian Keuangan dengan MPR RI, bukanlah terkait masalah anggaran," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).

"Melainkan lebih kepada masalah komunikasi dan koordinasi terkait tugas-tugas kelembagaan. Agar ke depannya tidak terjadi kesalahpahaman, dan demi terciptanya hubungan saling menghormati, kita sepakat untuk saling bertemu," imbuhnya.[]