News

Daya Tampung Sempat Kritis, Begini Kondisi RSD Wisma Atlet Sekarang

Corona DKI Jakarta membludak, pengelola Wisma Atlet menambah kapasitas daya tampung rumah sakit darurat tersebut menjadi  7.394 tempat tidur.


Daya Tampung Sempat Kritis, Begini Kondisi RSD Wisma Atlet Sekarang
Foto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 DKI Jakarta kembali melonjak sejak beberapa pekan terakhir ini, lompatan kasus saat ini sudah berkisar di 2.000 pasien sehari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat putar otak agar semua pasien penyakit menular ini tidak terlantar.

Saat ini, banyak pasien COVID-19 yang dilarikan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Adanya lonjakan pasien baru akhir-akhir ini membuat fasilitas kesehatan pada bangunan yang menjulang tinggi mulai menipis. 

Hingga sekarang pasien yang telah terkonfirmasi positif corona masih terus berdatangan, dari kemarin siang hingga semalam ada 132 orang yang terkonfirmasi corona. Mereka berasal dari 12 Puskesmas di Jakarta.

Total hingga Rabu (16/6/2021) pagi pasien corona yang baru masuk ke tempat ini sudah mencapai 192 orang. Dengan demikian jumlah pasien yang ada di Wisma atlet sudah mencapai 5.028 pasien. Mereka tersebar di tower 4,5,6 dan 7.

Koordinator RS Darurat COVID-19  Wisma Atlet , Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono mengatakan, saat ini pihaknya telah menambah kapasitas daya tampung rumah sakit  tersebut menjadi  7.394 tempat tidur, sebelumnya jumlah tempat tidur sebanyak 5.994

“Saat ini kita menyiapkan tambahan 1.400," kata Tugas dalam jumpa  pers virtual Rabu (16/6/2021).

Tugas tidak menampik tentang adanya lonjakan pasien yang cukup dahsyat selama sepekan terakhir ini. Lonjakan kasus model begini kata dia belum pernah terjadi sebelumnya, beruntung pihaknya tidak keteteran menghadapi gelombang baru corona di Ibu Kota ini.

"Betul bahwa kira-kira seminggu ini penambahan itu antara 500 dan 600, tertinggi penambahan itu tiga  hari yang lalu 625 pasien sehari, ini memberikan tenaga kita luar biasa ekstra kerjanya, ini harus kita antisipasi lebih lagi," ujarnya.

Tugas mengatakan, penambahan tempat tidur adalah alternatif pertama yang ditempuh pihaknya dalam menghadapi lonjakan kasus corona. Jika hal itu tidak dilakukan, maka kondisi Wisma Atlet saat ini hanya tinggal 10 persen saja yang lowong.

"Saya kira penambahan bed adalah salah satu solusi, terbukti dengan penambahan bed 1.400 saat ini, BOR ini menjadi 75,05 persen, kalau saat itu tidak ditambah tetap 5.994 bed, pasien saat ini 5.551 orang, bayangkan ini sudah 90 persen lebih, penambahan ini jadi satu antisipasi untuk memberikan pelayanan ke masyarakat yang kita layani ini," tutupnya. []