News

Sempat Dilindungi Prancis, Jurnalis Pembelot Iran Dihukum Mati

Ruhollah Zam, jurnalis yang dikenal sebagai sosok penting dalam protes antipemerintah Iran pada 2017-2018 akhirnya dihukum mati oleh rezim Ayatollah Khomeini.


Sempat Dilindungi Prancis, Jurnalis Pembelot Iran Dihukum Mati
Ruhollah Zam berbicara selama persidangannya di Pengadilan Revolusi di Teheran pada 2 Juni 2020 (Ali Shirband/Mizan News Agency)

AKURAT.CO, Ruhollah Zam, jurnalis pembelot Iran akhirnya benar-benar digantung mati oleh rezim Ayatollah Khomeini. Zam sendiri sebelumnya dikenal sebagai sosok penting dalam protes antipemerintah Iran pada 2017-2018 lalu.

Kala itu, lewat saluran Telegram 'Amadnews', Zam aktif melaporkan liputan khusus tentang protes antipemerintah Iran. Di antaranya termasuk pengaturan waktu, detail organisasi protes hingga informasi para pejabat yang menentang pemerintah Iran.

Informasi-informasi itu pun sempat disebarluaskan oleh Zam kepada lebih dari 1 juta pengikut saluran Telegramnya.

Zam yang seorang putra ulama Syiah proreformasi, juga diketahui sempat melarikan diri dari Iran dan diberi suaka oleh Prancis.

Namun, pada Oktober 2019, Zam dilaporkan telah berhasil dibekuk oleh otoritas Iran. Kala itu, Garda Revolusi Iran juga mengakui bahwa pihaknya memang telah menjebak Zam dalam 'operasi tipuan intelijen'.

Meski begitu, tidak jelas di mana tepatnya operasi itu dilakukan.

Nour News, sebuah kantor berita yang dekat dengan Garda Revolusi, kemudian menambahkan bahwa Zam ditahan setelah dia melakukan perjalanan ke Irak pada September 2019. Setelah itu, Zam dikatakan langsung diboyong ke Iran.

Lalu, pada Juni 2020, Zam didakwa bersalah karena menjalankan forum antipemerintah. Ia juga dituding sudah melakukan 'kerusakan di bumi' dan dinilai telah mengobarkan kekerasan selama protes antipemerintah Iran.

Lalu, pada Selasa (8/12) pekan lalu, hukuman mati untuk Zam dikuatkan oleh Mahkamah Agung. Setelah itu, Zam dilaporkan telah digantung pada Sabtu (12/12) pagi waktu setempat.