Ekonomi

Semester I 2021, Surveyor Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp670 Miliar

Surveyor Indonesia membukukan laba bersih Rp670 miliar selama semester I tahun ini atau 46% dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun


Semester I 2021, Surveyor Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp670 Miliar
Gedung PT Surveyor Indonesia (SI) (INDUSTRIBISNIS.COM)

AKURAT.CO, PT Surveyor Indonesia (Persero) membukukan pendapatan sebesar Rp670 miliar selama semester I tahun ini atau 46% dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Muhammad Haris Witjaksono mengatakan untuk laba bersih, perseroan mampu meraup sebesar Rp81 miliar atau 40,1% dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp203 miliar.

Target pendapatan Surveyor Indonesia tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh 3% dari realisasi pendapatan tahun 2020, dengan target laba bersih sebesar Rp154,4 miliar.

"Fokus dan strategi Surveyor Indonesia pada tahun ini mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024 yang telah diselaraskan dengan Rencana Strategis/Masterplan Klaster Jasa Survey berupa strategic pillar initiatives dan strategic foundation," jelas Haris, Senin (2/8/2021).

Segmen layanan Surveyor Indonesia mencakup sektor migas dan sistem pembangkit, mineral dan batu bara, infrastruktur serta penguatan institusi dan kelembagaan.

Sektor lain yang menjadi target pasar dan akan dikembangkan melalui strategi kemitraan adalah Information Communication Technology (ICT), lingkungan dan agrikultur, makanan, kesehatan, energi baru terbarukan, serta infrastruktur transportasi.

Pada akhir tahun 2020, Surveyor Indonesia memiliki pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,419 triliun atau 108,3% dari anggarannya sebesar Rp1,310 triliun yang merupakan kontribusi dari divisi bisnis migas dan sistem pembangkit sebesar 41,1%, sektor penguatan institusi dan kelembagaan 21,9%, sektor mineral dan batubara 19,5%, dan sektor infrastruktur 17,6%.

Jasa survei merupakan sektor penyumbang pendapatan terbesar tahun 2020 sebesar Rp480,1 miliar, disusul oleh jasa inspeksi Rp398,7 miliar, jasa verifikasi Rp290,7 miliar, jasa konsultasi Rp163,45 miliar, jasa sertifikasi Rp66,1 miliar dan jasa testing sebesar Rp19,9 miliar.

Di kesempatan yang sama,Menteri BUMN Erick Thohir mengaku optimis bahwa PT Surveyor Indonesia (Persero) dapat membantu membawa holding jasa survei untuk go global.